Oleh : Julfikri
Pereli Rifat Sungkar (kanan) melanjutkan program regenerasi keluarganya di ajang motorsport, dengan menyertakan putranya El Mayka (kiri) kembali menjadi navigator.
SoundandMachine.com (Jakarta) - Pereli Rifat Sungkar tengah mempersiapkan putranya, El Mayka Rifat Sungkar, untuk menjadi penerus dirinya di ajang motorsport, melalui program ‘The Legend Continues’ yang diadakan pada tahun 2025 lalu.
El Mayka Rifat Sungkar dipersiapkan untuk menjadi generasi ketiga keluarga Sungkar yang menjadi pereli dari sang ayah, Rifat Sungkar, dan kakek-neneknya, Helmy Sungkar (alm.) dan Ria Sungkar.
Baca Juga:
Simpati Woman Rally Team Diluncurkan, Memberi Ruang Wanita untuk Kompetitif
Dalam konferensi pers yang diadakan pada tanggal 2 Juni 2026, Rifat Sungkar mengumumkan persiapannya di ajang reli, dimana El Mayka akan menjadi navigator seperti tahun lalu.
“Tidak ada yang instan, sama jangan pernah menyerah. Seperti kita ketahui, ‘The Legend Continues’, budaya yang sudah ada dari atas harus diteruskan.” buka Rifat Sungkar, pereli ‘The Legend Continues’ kepada SoundandMachine.com dalam konferensi pers di Jakarta (2/6/2026).
Baca Juga:
Banyak Aktivitas Menarik di Booth Mitsubishi Motors, Jadi Keseruan Bagi Pengunjung IIMS 2023

(sumber: RFT Motorsport)
Baca Juga:
Digeber Rifat Sungkar, Mitsubishi Triton Buktikan Ketangguhannya di Balapan AXCR 2022
Sekedar informasi, program The Legend Continues diadakan dalam enam fase pembinaan jangka panjang yang akan dijalani El Mayka sejak usia 11 tahun hingga 17 tahun dari menjadi navigator hingga menjadi pengemudi.
Program ini memiliki lima fase yang akan dijalankan oleh El Mayka dari tahun 2025 yaitu tahap pengenalan dan pembelajaran, hingga 2031 yaitu tahap pembalap independen.
Fase pertama, yaitu Foundation atau pondasi pada tahun 2025–2026, menjadi tahap awal El Mayka mengenal dunia reli sebagai navigator dan learner.
Di fase ini, El Mayka mulai belajar membaca pacenote, navigasi, membangun komunikasi di bawah tekanan, hingga memahami disiplin dan tanggung jawab sebagai bagian dari sebuah tim balap.
Pada tahun 2025 lalu, El Mayka sudah menunjukkan hasil yang positif sebagai navigator dalam Kejurnas Sprint Rally 2025.

(sumber: RFT Motorsport)
“Dia (El Mayka) punya kemampuan orientasi jalan yang sangat baik, akurasi dalam membuat pacenote juga tinggi, dan sensitif terhadap jarak. Kemampuan seperti itu tidak muncul begitu saja, biasanya butuh jam terbang tinggi. Tapi Mayka memang terlahir berbakat,” kata Rifat.
Untuk tahun ini, El Mayka akan kembali menjadi navigator, namun Rifat Sungkar belum menentukan mobil yang akan dipakai reli.
“Mobilnya kita belum tentukan, yang jelas speed-nya gak terlalu tinggi, mobilnya cukup banyak di sini, karena saya tahu resikonya bakal gede. Jadi pakai mobil yang biasa saja.” jelas Rifat.
Melihat tahapan ‘The Legend Continues; tahun ini adalah yang terakhir bagi El Mayka di fase pertama sebelum memasuki fase kedua, yaitu transisi pada 2027 mendatang.
Di fase kedua, El Mayka mulai diarahkan mengikuti kompetisi junior kelas pemula, untuk membangun pengalaman, konsistensi, dan adaptasi menuju pembalap yang lebih mandiri.
Sampai nanti pada fase persiapan di tahun 2031 mendatang, ketika El Mayka diproyeksikan siap bersaing di level nasional maupun internasional junior sebagai independent racer yang membawa nilai-nilai keluarga Sungkar dengan caranya sendiri.
Bagi Rifat Sungkar, proses ini bukan tentang menciptakan "Rifat Sungkar berikutnya", melainkan memberi ruang bagi El Mayka untuk tumbuh sesuai jalannya sendiri.
Ditambah, program ini diadakan untuk menginspirasi para orangtua yang anaknya memiliki keinginan di ajang motorsport.
“Inspirasi untuk banyak orangtua di sana, Semoga mereka juga memahami, anaknya mau apa. Sering banget obsesi orangtua lebih tinggi dari anaknya, dan anak itu harus diberikan kebebasan maunya apa.” pungkas Rifat. (Joule)