Oleh : Julfikri
Omoda resmi kembali menjadi satu merek dengan Jaecoo, dan memilih Indonesia sebagai tuan rumah debut global Omoda O4.
SoundandMachine.com (Tangerang) - Chery Group kembali membuat gebrakan di Indonesia, setelah sukses dengan merek Jaecoo atas keberhasilannya memasarkan kendaraan listrik baterai Jaecoo J5 EV.
Gebrakan tersebut adalah kembalinya Omoda ke Indonesia, namun bukan sebagai model Chery, tetapi sebagai brand yang digabung dengan Jaecoo, menjadi ‘Omoda & Jaecoo’.
Baca Juga:
Mulai Rp 509 Juta, Changan Deepal SO5 Beri Opsi Elektrifikasi Selain EV
Chery Group telah resmi meluncurkan brand Omoda & Jaecoo pada tanggal 27 Juli 2026 di Spike Airdome PIK 2, Tangerang.
“Setelah lebih dari setahun, pasar setir kanan telah bertransformasi dengan sangat cepat. Kami melihat infrastruktur lebih baik, pasar lebih kuat, dan paling penting konsumen lebih terbuka untuk menerima teknologi baru.” buka Chen Chunqing, Executive Vice President of Chery International kepada SoundandMachine.com di lokasi acara (27/7/2026).
Baca Juga:
Tampil di Goodwood Festival of Speed, Denza Z Hadirkan Definisi Baru Supercar Listrik
Lebih menariknya lagi mereka bukan hanya meluncurkan brand Omoda Jaecoo, tetapi juga memilih Indonesia sebagai debut global untuk salah satu modelnya, yaitu Omoda O4 EV.
“Indonesia tidak hanya menyambut kembalinya Omoda, tetapi juga menjadi tuan rumah dalam Global Launch intelligent vehicle generasi baru kami.” kata Jim Ma, Business Unit Director Omoda & Jaecoo Indonesia.
Baca Juga:
Dibanderol Rp 300 Jutaan, Kuota Pre-book BAIC T1 Sudah Habis Sebelum GIIAS 2026

O4 EV tampil dengan desain ‘mecha’, seperti film science fiction (sci-fi) Gundam atau Iron Man, yang sejalan dengan konsep, lebih mengedepankan kecerdasan artifisial (AI).
Namun ada aspek fungsional dibalik tampilan nya, seperti kontur bodi yang membuat coefficient drag-nya 0,292 Cd untuk daya jelajah lebih jauh.
Untuk dimensinya, O4 EV memiliki panjang 4.420 mm, lebar 1.870 mm, dan tinggi 1.570, dengan wheelbase 2.700 mm, serta ground clearance 190 mm.

Interior juga didesain seperti kendaraan di film sci-fi, namun lebih ke grafisnya saja ketimbang bentukannya. Lebih kurang seperti Jaecoo J5 EV, namun dibuat lebih ‘berbentuk’ dan ‘upmarket’ karena panel instrumennya seperti ‘layar’ ketimbang ‘indikator sepeda listrik’.
Berhubung lebih mengedepankan AI, tentu fitur adalah andalan utamanya, karena O4 EV ini didominasi oleh AI untuk fitur seperti voice command, mendeteksi situasi dan kondisi, dan sebagainya.
Untuk sistem AI-nya sendiri dari ByteDance, dengan bahasa yang sudah mendukung antara lain Bahasa Indonesia, Englosh, Malay, Thai, dan Mandarin.
“AI tidak lagi sebagai alat yang menunggu perintah, sudah menjadi teman yang cerdas. Bisa komunikasi secara natural, mengerti pengguna lebih dalam, dan lebih proaktif membantu.” jelas Lance Woo, General Manager of Overseas Business, Automotive, and Embodied AI Sector BytePlus.
Di sektor performa, motor listrik O4 EV memiliki tenaga 160 kW dan 275 Nm dengan kemampuan 0-100 km/jam dalam waktu 7,1 detik.
Baterai O4 EV berkapasitas 65,05 kWh untuk daya jelajah 553 km berdasarkan NEDC, dan bisa diisi dari 20 ke 80 persen dalam waktu 22 menit dengan pengisian DC.
Sasis O4 EV mengusung 78 persen high tensile steel dan 6 buah airbag untuk keselamatan pasit, dan 18 fitur advanced driving assist system (ADAS) untuk sistem keselamatan aktif.
Omoda & Jaecoo masih belum mengungkap harga jual dan salah satu varian warna, sampai perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) diadakan. (Joule)