Hanya Perlu Isi Bensin, Ini Alasan Smart Hybrid Suzuki Paling Logis Buat Luar Kota

  • Oleh : redaksi

Kamis, 06/Agu/2026 10:00 WIB
Kendaraan hybrid Suzuki di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kendaraan hybrid Suzuki di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

 

SoundandMachine.com (Tangerang) - Teknologi hybrid masih menjadi andalan PT. Suzuki Indomoobil Sales dalam menjawab tantangan bahwa sekarang ini kendaraan harus ramah lingkungan.

Baca Juga:
GIIAS 2026: Lebih Kapabel Untuk Berbagai Medan, iCar Perkenalkan V27 REEV

Termasuk mobil barunya yaitu Suzuki New XL7 dan Fronx SGX Kuro, yang keduanya bermesin hybrid, dan diluncurkan di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang diadakan pada tanggal 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Baca Juga:
GIIAS 2026: Beli Unit Bisa Langsung Bawa Pulang, Wuling Jagokan Aira EV

Namun perubahan tersebut mencakup eksterior, dan interior termasuk fitur, sementara mesin tetap sama.

Baca Juga:
Berikan Nilai Lebih, Mitsubishi XForce HEV Buktikan Satu Tangki Tempuh Jakarta - Bali

“Kami tidak ingin mengubah sesuatu yang Anda cintai di dalam mobil ini. Ketangguhan nya, ruang kabin nya yang lega, dan tentunya efisiensi bahan bakarnya yang luar biasa.” buka Donny Saputra, Deputy Managing Director & Sales Marketing 4W PT. Suzuki Indomobil Sales kepada SoundandMachine.com di lokasi pameran (29/7/2026).

Dengan mesin hybrid yang tetap sama termasuk varian hybrid-nya,yaitu kombinasi antara mesin bensin dengan, integrated starter generator (ISG), dan baterai, pengguna jelas tidak perlu cemas dengan ‘range anxiety’, terutama buat luar kota.

Pasalnya, untuk pengisian baterai tidak perlu mencolok ke alat pengisian daya, melainkan dengan melakukan pengereman regeneratif.

Ditambah, sistem hybrid Suzuki sama seperti mobil pada umumnya dari segi, sama-sama hanya perlu isi bensin saja, yang notabene stasiun pengisian bahan bakar sudah dimana-mana.

Hanya saja, pengemudi perlu mengetahui seperti apa sistem hybrid Suzuki yaitu Smart Hybrid Vehicle by Suzuki bekerja, agar bisa maksimal dalam menekan konsumsi bahan bakar untuk daya jelajah lebih jauh.

Konsep dasar dari teknologi ini terbentuk dari penggabungan mesin pembakaran internal dengan ISG dan baterai lithium-ion.

ISG berfungsi ganda sebagai alternator dan motor listrik, sehingga memberikan dukungan tenaga saat diperlukan dan mengurangi beban pada mesin.

Sementara itu, baterai lithium-ion berfungsi untuk menyimpan energi yang dihasilkan oleh ISG dan digunakan saat mesin membutuhkan dukungan tenaga.

Dalam konteks operasionalnya, teknologi SHVS dirancang untuk bekerja secara optimal dalam berbagai kondisi.

Misalnya, saat kendaraan berhenti dan Anda tidak menginjak pedal, sistem ini secara otomatis mematikan mesin, namun sistem kelistrikan tetap menyala. Ini adalah salah satu cara kerja SHVS mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang.

Selain itu, teknologi SHVS juga memiliki fitur regenerasi pengereman. Saat kendaraan melambat atau mengerem, ISG berfungsi sebagai generator dan mengubah energi kinetik menjadi energi listrik.

Energi ini kemudian disimpan dalam baterai lithium-ion. Hal ini membantu mengisi ulang baterai dan mengurangi beban pada mesin.

Untuk memaksimalkan dalam menekan konsumsi bahan bakar, kuncinya adalah bagaimana pengemudi membaca kondisi jalan.

Seperti misalnya pada saat santai, injak pedal gasnya sedikit saja untuk menekan konsumsi bahan bakar. Ketika ketemu di turunan, injak rem untuk memaksimalkan pengereman regeneratif-nya.

Saat berhenti dari jalan seperti ketemu lampu merah, setelah memindahkan tuas transmisi ke netral, injak pedal rem terus agar mesin mati lebih lama, sampai mesin menyala kembali supaya konsumsi bahan bakar bisa lebih ditekan.

Sistem kerja hybrid Suzuki jelas tanpa cemas dengan ‘range anxiety’ karena infrastruktur yang sangat mendukung. Namun demikian, sebaiknya pengemudi memahami teknik mengemudi untuk bahan bakar lebih efisien. (*)