Oleh :
Hal yang paling berkesan pada saat meracik sistem Mercedes Benz ini yaitu dengan mengusung konsep OEM saja, suaranya bisa diatur dengan sangat baik. Treatment yang dilakukan hanya sebatas treatment standart saja, tapi tidak banyak gangguan akustik yang secara signifikan mengganggu respon frequensi suara, jelas Harten selaku punggawa workshop Audio Tones dan juga eksekutor mobil Mercedes Benz keliran putih ini.
Langkah awal modifikasi pada Mercedes Benz ini yaitu menciptakan akustik kabin yang hening dan rigid serta mengurangi getaran dari bodi mobil, sehingga Harten menambahkan peredam StP di berbagai titik dengan jumlah yang beragam. Peredam di semua pintu sebanyak 3 lapis, dan di dek belakang 2 lapis agar mengurangi getaran dari bodi mobil, cetusnya.
Pada tweeter yang diisi oleh Be-Fit dengan cutting frequency melalui x-over aktif HPF 4000Hz slope 18dB/Oct, sementara midwoofer yang masih pada BeWith Be-FIT B-1300U LPF 2500Hz slope 18dB/Oct dan HPF 63Hz slope 18dB/Oct. Sedangkan, pada subwoofer yang diberikan cutting frequency dengan LPF 50Hz slope 18dB/Oct sehingga menghasilkan suara bass depth.
Kosmetik sederhana di bagian bagasi dengan boks ported bervolume 22 liter cukup untuk mengakomodir bentuk subwoofer BeWith A-180 yang hanya memiliki diameter 18 cm saja. Perangkat penghasil frekuensi rendah ini juga dikemas bersama processor. Agar asupan listrik serta kinerja pengeras suara dapat optimal pada saat mengeluarkan bunyi maupun suara, sang installer membekali 5 buah BeWith Reference R-107A Russo. Power amplifier yang hanya memilik 1 channel dan berdaya 70 watt ini siap men-drive setiap speaker. Dominasi BeWith juga menjalar pada kabel RCA yang munggunakan BeWith LC. - Soundandmachine.com
Spesifikasi:- Head Unit: Be With MM-1- Processor: Be With State- Speaker Depan: Be With Be-FIT B-1300U- Amplifier: Be With R-107A Russo (5 Unit)- Subwoofer: Be With B-180 (1 Unit)- Peredam:STP- Kabel:o RCA BeWitho Speaker Tchernovo ACCU FluxWarehouse: Audio TonesOwner: Yongky