Oleh :
Tips Modifikasi - Dalam tata cara perawatannya antara mobil bertransmisi otomatis dan manual pasti memiliki perbedaan, berangkat dari hal tersebut sudah tentu tata cara modifikasi mesinnya pun ada perbedaan untuk mendapatkan hasil yang optimal sekaligus tetap aman bagi sistem transmisi dan mesin secara keseluruhan.
Jika kita tidak melakukan upgrade dibagian transmisi otomatis setelah tenaga mesin meningkat, maka akan terjadi slip kopling, dimana tenaga yang ada dimesin tidak maksimal tersalurkan ke roda, akhirnya mesin akan bekerja berat dan jika tetap dipaksakan maka akan mengakibatkan kerusakan pada mesin secara keseluruhan, ungkap Sonny, punggawa sekaligus mekanik dari bengkel CPNK Motorsport.Berikut beberapa tahapan ideal untuk melakukan upgrade pada sistem transmisi otomatis sesuai dengan stagemodifikasi mesinnya agar terhindar dari kerusakan mesin yang fatal :
Sistem pendinginannya diganti dengan yang lebih besar, tujuannya untuk mempercepat pembuangan panas pada transmisi dengan begitu dapat memperkuat sistem transmisi otomatis dari kerusakan akibat panas berlebih ketika tenaga mesin sudah meningkat.Tapi saat ini teknologi dibeberapa mobil sudah canggih dengan adanya sensor di transmisi, sehingga saat terjadi overheat maka mesin akan otomatis ke posisi safe mode yang otomatis mobil tidak bisa dipacu normal untuk sementara sampai suhu transmisi kembali normal, terangnya lebih lanjut.
Body valve transmisi otomatis itu fungsinya mengatur perpindahan persneling (gigi), jika tenaga mesin meningkat 50% maka gejala terjadinya kopling slip akan semakin besar, nah kalau sudah upgrade body valve kit pakai produk racing aftermarket gejala slip kopling bisa lebih diminimalkan, karena daya cengkramnya atau tekan ke permukaan kopling jauh lebih kuat, tambahnya.
Pastinya setelah upgrade torque converter dan juga koplingnya yang lebih tahan terhadap friksi, maka gejala loss power akibat slip kopling itu jauh semakin berkurang. Daya tahan transmisi otomatis pun akan semakin maksimal sekalipun untuk dipakai berkendara harian.Otomatis jika tenaga dari mesin tersalurkan dengan baik hingga ke roda, maka laju mobil pun akan semakin optimal, modifikasipun menjadi tidak sia-sia.
Jangan salah kaprah jika di manual book mobil tertulis oli transmisi itu life time itu bukan patokan umur manusia tapi patokan pada umur mesin, dimana kondisi diluar negeri umumnya mereka mematok umur mesin mobil itu 5 sampai 7 tahun, berbeda dengan di Indonesia, mobil bisa dipakai lebih 7 tahun, jadi tidak bisa diikuti maksud dari life time tersebut, oli transmisi tetap harus diganti, tutupnya.Thanks To : Sonny CPNK Motorsport