Di Jerman Pailit Dua Kali, BBS Wheels Jepang Tetap Berjalan. Ini Strateginya

  • Oleh :

Rabu, 22/Jul/2020 18:37 WIB


Soundandmachine.com (Tokyo, Jepang) - Perusahaan pelek asal Jerman BBS cabang Jepang turut memberikan keterangan pers bahwa meski BBS GmbH mengalami kepailitan di daerah asalnya, BBS Jepang tetap berjalan.

Manufacturing pelek BBS Jepang (foto: BBS)

Setelah kedua kali BBS Jerman mengalami kepailitan, BBS Jepang tetap berjalan berkat strategi memisahkan hubungan modal, seperti BBS Jepang tidak mengimpor pelek buatan BBS Jerman dan produksi dan penjualan sepenuhnya dilakukan di Jepang oleh Washi Beam Co., Ltd.

Baca Juga:
Lebih Gagah dan Mewah, Toyota Fortuner Facelift Resmi Dirilis

BBS Jepang berawal dari technical cooperation pada tahun 1973 dengan Karl Meyer Inc., dan pada tahun itu juga Washi Beam didirikan. Kemudian pada tahun 1983 BBS Japan Co., Ltd. lahir dan joint-venture dengan BBS Kraftfahrzeugtechnik AG, Jerman.

Nissan Skyline R31, mobil produksi pertama dengan pelek OEM BBS (foto: Nissan)

Pada tahun 1984 BBS Jepang mulai menyuplai pelek forged untuk mobil penumpang dengan desain cross-spoke yang sangat seimbang dengan beban dan desain tersebut tidak berubah. Kemudian pada tahun 1985 pelek BBS Jepang mulai dipakaikan sebagai pelek opsi Nissan Skyline R31 dan itu merupakan awal kesuksesan BBS Jepang dalam suplai pelek OEM.

Baca Juga:
Berikan Rasa Nyaman, BMW Astra Tingkatkan Layanan Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19

Ferrari F92A 1992 dengan pelek BBS (foto: Ferrari)

BBS Jepang mulai mendunia semenjak menjadi pemasok pelek forged magnesium untuk Ferrari F1 pada tahun 1992 yang diklaim lebih ringan 20% dibanding model konvensional dan mendapat 3 tahun kontrak dari Ferrari untuk memasok pelek forged magnesium untuk mobil F1-nya.

Benetton B194?05 dengan pelek BBS yang membawa Michael Schumacher Juara Dunia F1 1994 (foto: Goodwood)

Selain itu BBS Jepang juga mulai menyuplai pelek forged magnesium untuk mobil balap DTM dan Indy 500 pada tahun 1993 dan menyuplai untuk tim F1 selain Ferrari di mana Michael Schumacher pertama kali juara dunia dengan tim Benetton pada tahun 1994.

Baca Juga:
Pandemi Bukan Halangan, Toyota Fortuner dan Kijang Innova Facelift Bersamaan

Nissan 300ZX Le Mans 24 Jam 1994 dengan pelek BBS (foto: ACO)
Porsche 911 Japan Grand Touring Car Championship (JGTC) (foto: Yokohama)

Di tahun yang sama BBS Jepang juga mulai menyuplai pelek forged magnesium ke berbagai mobil balap di berbagai belahan dunia pada tahun 1994 seperti Le Mans 24 Jam, Japan Grand Touring Car Championship (sekarang Super GT), dan sebagainya.

Mazda Eunos Roadster dengan pelek OEM BBS (foto: Mazda)
Subaru Impreza 22B-STI dengan pelek OEM BBS (foto: Subaru)

Kesuksesan BBS Jepang sebagai pemasok pelek OEM sangat terlihat dari banyaknya manufaktur yang memakai pelek BBS untuk mobil pasar domestik Jepang (JDM) terutama sportscar, baik sebagai opsi maupun bawaan, tak terkecuali edisi terbatasnya.

Mitsubishi Lancer Evolution X dengan pelek opsional BBS (foto: Mitsubishi)
Subaru Impreza WRX STI dengan pelek opsional BBS (foto: Subaru)

Bahkan pada tahun 2007 ketika Mitsubishi Lancer Evolution X dan Subaru Impreza WRX STI diperkenalkan secara bersamaan dalam pergelaran Tokyo Motor Show 2007, keduanya memakai pelek BBS sebagai pelek opsional.

Subaru S204 dengan pelek OEM BBS (foto: STI)
Mine`s Skyline GT-R R33 dengan pelek aftermarket BBS (foto: Mine`s)

BBS Jepang juga sukses dalam penjualan pelek aftermarket dan itu terlihat dari banyaknya tuner Jepang yang memakai pelek BBS, baik dalam referensi pabrikan seperti in-house tuner pabrikan maupun di luar referensi pabrikan.

Kesuksesan BBS Jepang membentuk nyawa kedua bagi brand BBS yang berperan ketika BBS Jerman mengalami kepailitan pada tahun 2011. BBS Jepang melalui induk perusahaannya yakni Ono Holding, mengakuisisi manufacturing pelek mobil balap dan forged serta divisi penjualan hingga mendapatkan hak trade mark.

Lexus RC F dengan pelek OEM BBS (foto: Lexus)
Matchless Crowd Racing GT-R dengan pelek BBS (foto MCR)

Strategi mengakuisisi tersebut berhasil membuat BBS Jepang bahkan brand BBS itu sendiri, tetap berjalan hingga terus bertahan dari kepailitan BBS Jerman yang kedua kalinya sejak BBS Jepang berpindahtangan ke Maeda Kosen Co.,Ltd. pada tahun 2013 hingga sekarang. (Joule)

Tags :