Oleh :
Soundandmachine.com (Jakarta) - Bengkel Koko Ayung Audio di komplek ruko ITC Dutamas Fatmawati Blok D2 No. 1, Jakarta Selatan, menawarkan fasilitas yang membuat pelanggannya serasa di rumah.

Bukan hanya karena lokasi di ruko tetapi juga pelayanan di ruang tunggu yang benar-benar dibuat layaknya sebuah rumah sehingga pelanggan akan betah berlama-lama berada di ruang tunggu.
Baca Juga:
Sebelum Modifikasi Mesin, Kenali Dulu Fungsi Ring Piston
Rasa rumah tersebut juga menggambarkan filosofi pelayanan Koko Ayung Audio yaitu kekeluargaan dan itu menjadi kunci sukses terciptanya kepuasan yang terjamin di mata para pelanggannya,
"Untung itu nomor dua, yang penting service sama friendshipnya itu loh. Di mana kita ada ikatan, pasti ada bisnis." ujar Melissa, istri pemilik bengkel, Ayung, yang turut membangun dan mengurus bengkel.
Baca Juga:
Sterindo Autosound, Tantangan yang Terus Mengalir dari Passion Audio Mobil


Koko Ayung Audio menerima segala jenis pekerjaan terkait audio mobil seperti servis, seting, dan pemasangan komponen, baik komponen dagangan tokonya maupun dibawa oleh pelanggan yang minta dipasang ke mobilnya.


Sepintas tak ubahnya dengan bengkel audio lain, namun karakter kerja yang tidak hitungan menjadi kunci sukses karena terbukti membuat pelanggannya semakin banyak bahkan beberapa di antaranya menjadi langganan berkat rekomendasi dari mulut ke mulut.
Baca Juga:
Begini Tips Memilih Peredam Mobil agar Hasilnya Efektif dan Efisien


Soal pekerjaan audio, Ayung terkenal tidak hitungan. Meskipun mobil pelanggan audionya sudah terpasang oleh instalatur audio lain, Ayung masih menerima pekerjaan seperti misalnya perbaikan kualitas suara.
"Orang lain itu gak bakalan mau terima juga karena udah kerjaan orang lain, tapi kalau kita gak masalah selama orang itu datang ke kita." ujar Melissa. "Saya malah bersyukur berarti dia memberikan saya itu kepercayaan ke dia." tambahnya.
Tidak hitungan soal pekerjaan audio membuat feedback yang sangat baik di mata pelanggan dan itu awal terciptanya mindset positif bagi para pelanggan terhadap bengkel Koko Ayung Audio.
"Cuma yang saya happy itu giliran mau dengerin sound-nya di sono (bengkel audio lain) kurang atau bagaimana, dia minta Ayung benerin." ujar Melissa. "Udah happy, dia merasa di pikiran dia, apapun yang rusak ke Ayung sekarang." tambahnya.
Selain tidak hitungan pekerjaan, juga tidak hitungan waktu dan tidak begitu hitungan soal tarif. Paling tidak kalau soal tarif lebih kepada tergantung tingkat kesulitannya sehingga untuk pematokannya ditentukan secara kekeluargaan.
"Kalau Ayung itu gak hitung-hitungan jam, misalnya kan banyak orang toko satu mobil pasang prosesor, dia (bengkel audio lain) patok seting paling lama 2-3 jam udahan, lebih dari itu dia gak mau kadang-kadang, atau hitung lagi duitnya." ujar Melissa
Karakter tersebut sudah tertanam sejak Ayung masih bekerja sebagai montir milik kakaknya. Selama bekerja di bengkel kakaknya, Ayung tidak digaji namun karena kepuasan atas kerjanya, pelanggan bengkelnya waktu itu kerap memberinya uang tip antara 200 ribu hingga 2 juta Rupiah.
Uang tip tersebut ditabung setiap minggunya dan dibantu dengan penghasilan Melissa, yang waktu itu masih bekerja sebagai karyawan, sehingga pada akhirnya bisa membangun bengkel dan sudah berjalan sejak tahun 2004.
"Dari dulu uang tip itu saya suruh Ayung tabungin, jadi uang saya itu, waktu itu masih pacaran, saya sama Ayung udah rajin nabung." ujar Melissa. "Uang tipnya itu bener-bener langsung ditabungin jadi buat yang harian itu gaji saya." tambahnya.


Kesabaran sosok Ayung menjadi bagian dari pelayanan yang tidak hitungan, terutama ketika harus menghadapi kompleksnya pretelan mobil Eropa. Hanya saja semenjak audio benar-benar harus dikerjakan dengan hati, pelanggan diminta kooperatif supaya hasilnya bisa maksimal.
"Berpikirnya karena kepengin bantuin orang, itupun saya kerjain." ujar Melissa, "Yang penting customer-nya ngerti dan mau nunggu." tambahnya.
Alhasil pelayanan seperti ini akan membentuk kepuasan maksimal di mata para pelanggannya sehingga jika membutuhkan servis audio seperti tidak ada pilihan lain selain ke Koko Ayung Audio.
"Dia (pelanggan) mencari toko yang bener-bener menurut dia bikin dia nyaman, dia bilang ke Koh Ayung (pemilik bengkel) gua happy di tempat lu, karena terkesannya ada edukasinya, jadi orang awam sama sekalipun bisa ngerti," ujar Melissa.
Tentunya berujung direkomendasikan oleh pelanggan dari mulut ke mulut yang membuat Koko Ayung Audio tidak begitu mengeluarkan biaya untuk berpromosi.
"Nanti customer itu sendiri juga akan ngasih tahu ke temennya sendiri tanpa saya ngiklan." ujar Melissa.
(Joule)