Oleh :
SoundandMachine (Singapura) - Membatasi gerak-gerik para pelanggar hukum di Singapura, pihak kepolisian di negara tersebut atau yang dikenal dengan Singapore Police Force (SPF) akhirnya armada mobil patrolinya dengan peralatan canggih.
Kabar terkini, Singapore Police Force baru saja meluncurkan sekitar 300 kendaraan patroli Hyundai Tucson, yang telah dilengkapi dengan sistem pengenalan pelat nomor otomatis, yang terhubung ke database polisi untuk daftar kendaraan yang sedang dicari.
Baca Juga:
Lebih Gagah dan Mewah, Toyota Fortuner Facelift Resmi Dirilis
"Beberapa kendaraan patroli ini sudah di jalan, dan kendaraan yang dilengkapi sistem pengenalan plat nomor otomatis akan secara bertahap menggantikan armada yang ada pada tahun 2024," ujar How Kwang Hwee, Singapore Senior Assistant Commissioner of Police.

Selain sistem pengenalan pelat yang mengidentifikasi merek kendaraan melalui nomor yang terdaftar, kendaraan polisi yang baru ini juga akan menampilkan rekaman video dalam mobil (in dash), dengan kualitas resolusi tinggi ke pusat komando.
Baca Juga:
Berikan Rasa Nyaman, BMW Astra Tingkatkan Layanan Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19
"Untuk membantu kerja petugas polisi, teknologi identifikasi frekuensi radio (RFID) di kompartemen bagasi kendaraan akan secara otomatis mengirim informasi ke tampilan layar dasbir mobil kami," jelas Hwee seperti dikutip dari laman The Straits Times, Rabu (05/08).

Menariknya, untuk memberi kenyamanan tambahan bagi para polisi sedang bertugas, kursi bagian depan dirancang khusus dengan bagian sandaran yang lebih fleksibel, sehingga petugas tak perlu kesulitan untuk keluar atau masuk mobil dengan peralatan polisi di ikat pinggang mereka.
Baca Juga:
Pandemi Bukan Halangan, Toyota Fortuner dan Kijang Innova Facelift Bersamaan
"Pengembangan kendaraan dimulai pada 2017, bekerja sama dengan Home Team Science and Technology Agency (HTX). Mobil ini merupakan investasi utama yang akan lebih meningkatkan efektivitas operasional dan keselamatan petugas kepolisian," pungkas Hwee.

Sebagai bentuk pengembangan, Hwee mengaku pihaknya juga tengan menyiapkan teknologi untuk mendeteksi, menemukan, dan mengganggu pergerakan drone yang dianggap berbahaya. Canggih ya! (EPS)