Konsumsi BBM di Masa Transisi, Mulai Berangsur Normal

  • Oleh :

Minggu, 23/Agu/2020 14:14 WIB


SoundandMachine.com (Jakarta) - Pada masa transisi menuju tatanan kehidupan baru (new normal), PT Pertamina (Persero) mencatat telah terjadi kenaikan konsumsi BBM hingga pertengahan Agustus 2020.

Berdasarkan data yang didapat, konsumsi BBM di wilayah MOR III, yakni Provinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat ini telah mencapai 91% dari konsumsi pada masa normal, yakni periode Januari Februari 2020 sebelum pandemi Covid-19.

Baca Juga:
Lebih Gagah dan Mewah, Toyota Fortuner Facelift Resmi Dirilis

Eko Kristiawan, Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III mengungkapkan, untuk wilayah MOR III, konsumsi BBM jenis gasoline, hingga pertengahan Agustus 2020 konsumsi rata-rata harian telah mencapai 23.808 Kilo Liter (Kl) per hari.

"Ini mencerminkan konsumsi BBM masyarakat mulai mendekati kondisi normal, yakni sekitar 91% dari normal 26 ribu Kl per hari," tutur Eko dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Baca Juga:
Berikan Rasa Nyaman, BMW Astra Tingkatkan Layanan Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19

Ia menambahkan, kondisi normal adalah konsumsi rata-rata harian pada periode Januari-Februari 2020 yakni kondisi sebelum pandemi Covid-19 diumumkan di Indonesia dan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mengharuskan masyarakat beraktivitas dari rumah.

Ilustrasi pengisian BBM

Sedangkan, konsumsi BBM jenis gasoil (Biosolar, Dexlite dan Pertamina Dex) telah mencapai 8.281 KL per hari, atau telah mencapai 85% dari konsumsi harian rata-rata pada kondisi normal periode Januari-Februari sekitar 9.811 Kl.

Baca Juga:
Pandemi Bukan Halangan, Toyota Fortuner dan Kijang Innova Facelift Bersamaan

"Sejak Pemerintah memberlakukan masa transisi tatanan baru tahap I pada Juni 2020, terutama untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, konsumsi BBM baik gasoline maupun gasoil berangsur meningkat," ujar Eko.

Di wilayah Jakarta, Bogor dan Depok (Jabode), konsumsi BBM jenis gasoline telah mencapai lebih dari 7 ribu KL, atau sebesar 81% dari konsumsi normal. Sedangkan gasoil, mencapai 79% dari konsumsi sebelum Pandemi, atau masih berkisar 2.000 KL per hari.

"Dalam kondisi pandemi saat ini, kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan lingkungan. Salah satunya, dengan menggunakan bahan bakar berkualitas yang memiliki kandungan oktan tinggi, sehingga memiliki kandungan zat buang lebih sedikit," pungkas Eko. (EPS)

Tags :