Oleh :
SoundandMachine (Jakarta), 3 Agustus 2020 - Thailand semakin dilirik banyak manufaktur otomotif dunia untuk membuat pabrik perakitan. Terutama manufaktur Jepang, Indonesia kerap menjadi salah satu negara tujuan ekspor Thailand, setidaknya dari tahun 2000-an sampai sekarang.
Sebut saja mobil ATPM seperti Nissan Kicks e-POWER dan Toyota Hilux yang baru-baru ini diluncurkan, keduanya merupakan rakitan Thailand. Namun tahukah kalian bahwa negara asal manufakturnya itu sendiri yaitu Jepang juga kerap menjadi negara tujuan ekspor mobil rakitan Thailand?
Baca Juga:
Sikat Nih! Mobil Peserta LiveModz IMX 2020 Dijual Online di Momobil.id
Faktanya, ada beberapa mobil ATPM Jepang dan juga mobil pasar domestik Jepang yang dirakit di Thailand dan berikut mobilnya,

Thailand terpilih sebagai negara pertama perakitan mobil e-POWER di luar Jepang yaitu Nissan Kicks e-POWER. dan juga pusat perakitan dalam arti Kicks e-POWER pasar Jepang-pun rakitan Thailand, bukan hanya pasar Indonesia.
Baca Juga:
Benefit Setiap Bulan, Inovasi "Health & Safety Campaign" untuk Pelanggan Toyota
Perakitan Kicks e-POWER di Thailand merupakan salah satu strategi Nissan untuk memperkenalkan teknologi mutakhir e-POWER-nya untuk pasar ASEAN dan Indonesia merupakan negara kedua setelah Thailand.
Perbedaan Kicks e-POWER pasar Jepang dengan Indonesia tidak banyak berbeda seperti corak interior material kulit Kicks e-POWER pasar Indonesia hanya hitam, sedangkan pasar Jepang material kulitnya two-tone orange dan hitam.
Baca Juga:
Mewah nan Berkilau, Toyota Rilis Voxy ZS "Kirameki III" untuk Pasar Jepang
Jeroannya sendiri Kicks e-POWER pasar Indonesia hampir sama dengan pasar Jepang, seperti sama-sama tidak ada varian AWD, padahal biasanya SUV artau Crossover pasar Jepang tersedia varian AWD karena termasuk penting terutama ketika harus menghadapi medan licin seperti jalanan salju.
2. Toyota Hilux


Sebagai salah satu negara dengan pasar pick-up atau double cabin terbesar di dunia, Toyota memilih Thailand sebagai pusat perakitan Hilux dalam arti ekspor ke negara seperti Inggris, Australia, dan beberapa negara maju lainnya bersumber dari Thailand sejak tahun 2004.
Di Indonesia, Hilux sempat dipasarkan dari tahun 1972 hingga 1978 dan kembali dipasarkan pada tahun 2004 semenjak Toyota meluncurkan platform Innovative International Multi-purpose Vehicle (IMV) yang terdiri dari pick-up atau double cabin dengan Hilux, MPV dengan Innova, dan SUV dengan Fortuner.
Namun untuk pasar Jepang, Hilux baru dipasarkan kembali pada tahun 2017 setelah hiatus beredar selama 13 tahun dan sekarang Hilux sudah mengalami facelift yang artinya Hilux cukup diterima di Jepang meskipun double cabin pasarnya relatif sedikit.
Hilux pasar Jepang tentunya memiliki beberapa perbedaan dengan pasar Indonesia seperti Hilux pasar Jepang tidak ada besi di dekat kaca belakang serta tidak ada stiker namun dilengkapi Toyota Safety Sense, auto LSD dan sebagainya.
3. Honda Accord


Tidak disangka mobil seperti Honda Accord dirakit di Thailand, padahal biasanya dirakit di Jepang atau Amerika Serikat, seperti ketika Honda memasarkan Accord wagon dan coupe ke Jepang dan Honda merakit Accord untuk pasar Amerika Serikat.
Namun setelah Honda menutup pabriknya di Sayama, Jepang, yang notabene tempat dirakitnya Accord untuk pasar Jepang dari generasi pertama sampai generasi kesembilan, Honda memilih Thailand sebagai tempat perakitan untuk memasarkan Accord ke Jepang.
Perbedaannya dengan pasar Indonesia yang mencolok antara lain Accord pasar Indonesia bermesin 1.500 cc turbo, sedangkan pasar Jepang 2.000 cc hybrid e:HEV motor listrik bertenaga sekitar 145 dk dan motor listrik sekitar 181 dk.
Meski terdengarnya seperti negara "buruh" dalam arti hanya sebatas perakitan, semenjak memiliki banyak negara tujuan ekspor tentunya akan menghasilkan devisa yang cukup besar.
Coba kalau Indonesia yang terpilih sebagai negara perakitan meskipun ada satu model, yaitu Toyota Townace dan kembarannya. (Joule)