Nissan Z-Proto Diluncurkan, Akankah Masa Depan Transmisi Manual Lebih Menjanjikan?

  • Oleh :

Rabu, 16/Sep/2020 20:01 WIB


SoundandMachine (Kanagawa, Jepang) - 16 September 2020 - Nissan meluncurkan prototipe sportscarnya yaitu Z-Proto meneruskan Z-Car-nya dan menariknya adalah tampil perdana dengan transmisi manual.

Transmisi manual Nissan Z-Proto (foto: Nissan)

Namun lebih menariknya lagi adalah dengan transmisi manual, Nissan meluncurkan Z-Proto sebagai bagian dari transformasi perusahaan itu sendiri, dan itu di tengah semakin banyak manufaktur lebih condong memasarkan sportscar dengan dual-clutch atau otomatis konvensional dengan karakteristik dual-clutch.

Baca Juga:
Lebih Gagah dan Mewah, Toyota Fortuner Facelift Resmi Dirilis

Terlebih lagi, Nissan menghadirkan elemen konvensional tersebut di tengah gencarnya elektrifikasi seperti mobil listrik dan e-POWER yang tidak perlu transmisi manual. Dari situ menjadi pertanyaan menarik, apakah membuat mobil bertransmisi manual akan memiliki masa depan yang lebih menjanjikan?

Pertama dari konsep dasar kehadiran transmisi manual itu sendiri, seperti yang dijelaskan oleh Chief Executive Officer Nissan, Makoto Uchida.

Baca Juga:
Berikan Rasa Nyaman, BMW Astra Tingkatkan Layanan Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19

"Karena kami ingin pengendaraan Anda kuat, mengasyikkan, dan menarik." ujar Uchida.

Kemudian potensi mutlak transmisi manual, seperti yang diungkap oleh Hiroshi Tamura, Chief Product Specialist Z-Proto.

Baca Juga:
Pandemi Bukan Halangan, Toyota Fortuner dan Kijang Innova Facelift Bersamaan

"Mengganti gigi pada transmisi manual untuk mensinkronkan mobilnya, raga terkontak atau terkoneksi dengan mobil " ujar Tamura. "Itu sangat penting untuk elemen kunci sportscar dan sekarang, Nissan, juga perlu mengganti `gigi` ke depannya" tambahnya.

Bahkan transmisi manual itu juga mempengaruhi desain interior, seperti yang diungkapkan oleh Alfonso Albaisa, Chief Designer Nissan.

"Saya pikir itu mempengaruhi kami bahkan ketika membentuk desain interior dan memastikan kami membawa keluar sesuatu yang ramping dan bersih. Jadi pengalaman mengemudi itulah yang menjadi ada di mobilnya." ungkap Albaisa.

Semenjak Nissan menjadi salah satu brand yang cukup berpengaruh dalam hal teknologi, bisa dibilang masa depan transmisi manual akan lebih menjanjikan di tengah gempuran dual-clutch, transmisi otomatis konvensional, dan elektrifikasi dengan alasan kombinasi antara performa dan kepraktisan.

Hanya saja kemungkinan akan lebih selektif dalam arti hanya mobil yang benar-benar memiliki potensi untuk dipakaikan transmisi manual.

Nissan sendiri untuk mobil pasar Jepang yang notabene permintaan transmisi manual cukup tersegmentasi, masih menjual beberapa mobil bertransmisi manual, seperti untuk model sport selain Fairlady Z, juga ada March Nismo S dan Note Nismo S.

Kalau bisa jangan sampai punah ya. (Joule)

Tags :