Oleh :
SoundandMachine.com (Goodwood) - Setelah sempat menghentikan kegiatan produksinya selama beberapa waktu, akibat pandemi Covid-19 yang melanda Eropa, Rolls-Royce akhirnya melanjutkan aktivitas normal kembali di pabriknya.
Bahkan, produsen mobil mewah asal Inggris itu mengumumkan, bahwa pabriknya yang berlokasi di Global Center of Manufacturing Excellence di Goodwood, Sussex Barat, telah beroperasi sebanyak dua shift.
Baca Juga:
Lebih Gagah dan Mewah, Toyota Fortuner Facelift Resmi Dirilis
Hal tersebut ditegaskan oleh Torsten Muller-otvos, Chief Executive Officer, Rolls-Royce Motor Cars. Ia mengatakan, kegiatan produksi menjadi dua shift dilakukan karena permintaan untuk semua model Rolls-Royce mengalami peningkatan, apalagi setelah puncak pandemi Covid-19 berlalu.

"Kembali ke produksi dua shift penuh, adalah tonggak penting dan datang hanya empat bulan setelah kami menjadi perusahaan otomotif pertama, yang memulai kembali produksi setelah lockdown," jelas Torsten.
Baca Juga:
Berikan Rasa Nyaman, BMW Astra Tingkatkan Layanan Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19
Sebelumnya, ketika lockdown pertama kali diberlakukan, Rolls-Royce secara sukarela menghentikan produksi untuk melindungi karyawan, pemasok, dan keluarga mereka.
Lalu pada 4 Mei 2020, Rolls-Royce menjadi pabrikan otomotif Inggris pertama yang membuka kembali pabriknya, dengan mengoperasikan satu shift.
Baca Juga:
Pandemi Bukan Halangan, Toyota Fortuner dan Kijang Innova Facelift Bersamaan
Torsten menambahkan, peningkatan permintaan produk Rolls-Royce salah satunya juga dipengaruhi oleh kehadiran model terbaru dari Ghost, yang baru saja diluncurkan awal September 2020 ini.

"Ini mencerminkan kekuatan dan ketahanan jangka panjang bisnis kami dan permintaan yang signifikan di seluruh dunia untuk produk kami, yang telah didorong lebih jauh oleh peluncuran Ghost baru kami baru-baru ini," ungkap Torsten.
Meski telah membuka kegiatan produksi menjadi dua shift, namun Torsten menegaskan bahwa pihaknya tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat, termasuk rutin menjaga keselamatan dan kebersihan para pekerja di pabriknya.
"Bahwa kami telah melakukannya sambil menjaga keamanan semua orang. Kami melihat fakta bahwa Rolls Royce adalah sebuah keluarga, di mana kami semua saling menjaga. Saya sangat senang kita telah mempertahankan tenaga kerja kita," pungkas Torsten. (EPS)