Oleh :
SoundandMachine.com (Swedia) Sejak beberapa dekade silam, Volvo dikenal sebagai produsen kendaraan roda empat yang kerap menghadirkan produk dengan teknologi keselamatan kelas wahid.
Salah satu teknologi yang menjadi hasil pengembangannya, dan kini menjadi standar keselamatan seluruh mobil di dunia adalah sabuk pengaman atau seat belt.
Baca Juga:
Lebih Gagah dan Mewah, Toyota Fortuner Facelift Resmi Dirilis
Baru-baru ini, produsen mobil asal Swedia tersebut kembali memperkenalkan teknologi yang cukup unik, yakni setir atau roda kemudi yang bisa digeser posisinya dengan mudah.

Intinya, teknologi ini memungkinkan kendaraan untuk beralih dari roda kemudi kiri ke kanan, atau bahkan menempatkan pengemudi di tengah, terang seorang juru bicara (Jubir) dalam keterangannya, Sabtu (03/10).
Baca Juga:
Berikan Rasa Nyaman, BMW Astra Tingkatkan Layanan Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19
Teknologi ini, dikembangkan untuk mobil otonom level 1 hingga 5, dimana mobil tersebut tidak lagi membutuhkan peran pengemudi terlalu banyak untuk membuatnya melaju di jalan raya.
Meski begitu, bagaimana pun Volvo tetap menganggap kehadiran pengemudi merupakan hal yang sangat penting.
Baca Juga:
Pandemi Bukan Halangan, Toyota Fortuner dan Kijang Innova Facelift Bersamaan

Terutama dalam menghadapi kondisi jalan yang sulit, sehingga pengemudi mungkin perlu mengambil alih kendali kendaraan.
Secara teori, Volvo mengatakan roda kemudi tersebut menggunakan teknologi steer by wire, yang dapat dipindahkan di sepanjang rel di dasbor dari satu sisi ke sisi lain.
Bahkan, roda kemudi itu juga bisa ditempatkan di bagian tengah, mirip mobil balap. Lalu,semua kontrol tambahan seperti indikator dan tuas perseneling, akan bergerak bersama dengan kolom setir.

Sedangkan untuk pedal akselerator dan rem yang membutuhkan kontrol kaki, Volvo menerapkan metode yang lebih canggih, yakni menggunakan bantalan sensor di panel lantai, yang akan diaktifkan berdasarkan posisi roda kemudi.
Kabarnya, Volvo telah mendaftarkan paten terhadap teknologi temuannya itu ke Kantor Paten dan Merek Dagang di Amerika Serikat.
Namun, belum jelas kapan Volvo akan menerapkan teknologi ini ke dalam kendaraan produksinya. Kita tunggu saja! (EPS)