Oleh :
Soundandmachine.com (Jakarta) - Pemerintah Indonesia, saat ini terus berupaya untuk mengembangkan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), beserta infrastruktur pendukungnya.
Menurut Ayodhia GL Kalake, Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, pengembangan tersebut dilaksanakan melalui berbagai tahapan.
Baca Juga:
Lebih Gagah dan Mewah, Toyota Fortuner Facelift Resmi Dirilis
"Pemerintah sangat berkomitmen kuat untuk terus mengembangkan KBLBB. Pemerintah berharap ini menjadi pilihan utama, tetapi memang harus bertahap, dengan terus memberikan dukungan penuh," ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, bentuk dukungan tersebut diantaranya dengan memberikan insentif khusus kepada pabrikan atau industri yang mengembangkan KBLBB, dan terus mendorong pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Baca Juga:
Berikan Rasa Nyaman, BMW Astra Tingkatkan Layanan Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19
"Sudah ada investor asing yang membangun industri skala besarnya di Indonesia, kita pun, setahap demi setahap akan mengganti kendaraan dinas menjadi KBBLB. Beberapa Pemerintah Daerah juga memberikan insentif untuk KBLBB seperti DKI, Bali, Jawa Barat," tutur Ayodia dalam keterangannya awal pekan ini.
Selain produsen otomotif besar asal Korea Selatan, Hyundai, yang berinvestasi KBLBB. Pemerintah melalui Menko Marves Luhut B. Pandjaitan dikabarkan juga terus berkomunikasi dengan pabrikan otomotif besar asal Jerman dan juga Tesla.
Baca Juga:
Pandemi Bukan Halangan, Toyota Fortuner dan Kijang Innova Facelift Bersamaan

Ayodhia mengatakan, Tesla telah menghubungi pemerintah secara informal tentang kemungkinan kerjasama atau investasi, namun dia tidak merinci bentuk kerjasama seperti apa yang diungkap produsen mobil listrik asal Amerika Serikat tersebut.
"Khusus untuk Tesla, pihak Tesla secara informal sudah menghubungi pak Menko Luhut, tetapi ini masih penjajagan awal dan belum terlalu detail. Kita perlu diskusi lebih lanjut bersama pihak Tesla," ungkap Ayodhia.
Dari beberapa sumber, ketertarikan Elon Musk, sang pemilik Tesla untuk melakukan investasi di Indonesia, salah satunya karena negara terbesar di Asia Tenggara ini merupakan produsen utama nikel, yang merupakan komponen kunci dalam baterai EV.
Saat ini, Indonesia sedang berusaha untuk mengembangkan rantai pasokan nikel di dalam negeri, terutama untuk mengekstraksi bahan kimia baterai, membuat baterai, dan pada akhirnya membangun EV.
Hal tersebut tentunya sejalan dengan rencana Elon Musk, yang menginginkan para penambang untuk memproduksi lebih banyak nikel dan akan menawarkan kontrak jangka panjang, jika elemen tersebut ditambang secara efisien dan dengan cara yang ramah terhadap lingkungan. (EPS)