Oleh :
SoundandMachine (Jakarta), 14 Oktober 2020 - Mendengar tuner seperti TRD, Nismo, dan sebagainya yang mengarah kepada pabrikan tertentu, mungkin di bawah alam sadar kita berpikir bahwa tuner tersebut merupakan in-house tuner.
Namun jangan kecele, tidak semua tuner tersebut adalah in-house tuner, karena kriteria in-house tuner bukan hanya aktifitas modifikasi mobil dialamatkan ke pabrikan atau merk tertentu tetapi juga kepemilikan perusahaan tuning tersebut yaitu manufaktur itu sendiri.
Baca Juga:
Lebih Gagah dan Mewah, Toyota Fortuner Facelift Resmi Dirilis
Berikut manufaktur dan in-house tuner-nya yang ada di dunia dan terkenal

Mungkin akan kaget mengapa Mugen bukan in-house tuner, namun jawabannya sederhana, karena Honda Motor Co., Ltd. sampai hari ini tidak pernah mengakuisisi Mugen, meskipun Mugen sangat konsisten membantu Honda di bidang motorsport dan memproduksi parts aftermarket layaknya in-house tuner.
Baca Juga:
Berikan Rasa Nyaman, BMW Astra Tingkatkan Layanan Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19
Artinya selama perusahaan tersebut konsisten bekerja memodifikasi khusus merk tertentu namun bukan kepunyaan pabrikan jadi sebut saja tuner spesialis atau rekanan.

In-house tuner lahir umumnya berawal dari aktifitas mereka di motorsport kemudian terpikir untuk bergerak di bidang modifikasi dengan menjual parts aftermarket berdasarkan mobil yang dijual oleh manufaktur.
Baca Juga:
Pandemi Bukan Halangan, Toyota Fortuner dan Kijang Innova Facelift Bersamaan

Selain aktifitas motorsport dan menjual parts aftermarket, in-house tuner juga berperan melakukan tuning untuk mobil produksi, baik sebagai standar maupun sebagai varian dan pengalaman dari motorsport tersebut diterapkan ke mobil produksi.

Akhir-akhir ini in-house tuner juga terlibat dalam program restorasi mobil legendaris terutama sportscar, salah satunya Toyota melalui GR Heritage Parts dengan mereproduksi suku cadang.
Catat. (Joule)