Permudah Konsumen, Jumlah SPBU Shell Meningkat Pada 2020

  • Oleh : edo

Senin, 11/Janu/2021 16:00 WIB


SoundandMachine.com (Jakarta) - Perusahaan minyak dan gas, Shell, mencatat pertumbuhan pesat dalam pembangunan bisnis SPBU-nya pada tahun 2020, yaitu dari 108 SPBU pada 2019 menjadi 137 SPBU pada akhir 2020.

Agung Saputra selaku Head of Dealer Network Shell Indonesia mengatakan, jumlah ini meningkat sekitar 27% dibandingkan tahun sebelumnya. SPBU Shell tak hanya tersebar di kota-kota besar, tapi juga di kota-kota lapis kedua seperti Karawang, Cirebon, Tuban, dan Jombang. 

Baca Juga:
Shell Berhasil Pertahanan kepemimpinan di Pasar Pelumas Selama 14 Tahun

"Perluasan jangkauan pembangunan SPBU ini merupakan bagian dari komitmen Shell untuk membantu membangkitkan ekonomi daerah dan menghadirkan bahan bakar kelas dunia kepada masyarakat Indonesia," ucap Agung.

Lebih lanjut ia mengatakan, SPBU Shell siap melayani para pelanggan dengan bahan bakar berkualitas dan produk non-bahan bakar yaitu pelumas dan fasilitas penggantian pelumas, convenience store juga fasilitas toilet serta musala yang bersih dan nyaman.

Baca Juga:
Pacu Generasi Muda, 10 Tahun Partisipasi Indonesia di Shell Eco-marathon Dituangkan Dalam Sebuah Buku

Mengajak masyarakat untuk berinvestasi

Dari total 137 SPBU Shell yang beroperasi, 16 diantaranya merupakan investasi Shell bersama mitra pengusaha daerah yang bergabung dalam program Shell Dealer Owned Dealer Operated (DODO). 

Program ini, memberikan kesempatan kepada para pengusaha untuk memiliki dan mengelola SPBU bersama dengan Shell, sebagai mitra bisnis yang siap memberikan beragam dukungan. 

Pada 2021 mendatang, Shell akan terus aktif dalam menggandeng mitra pengusaha untuk mengembangkan SPBU Shell di berbagai daerah di Indonesia. Menurut Agung, tahun 2021 akan menjadi tahun yang penting bagi Indonesia untuk melakukan pemulihan ekonomi yang terdampak oleh pandemi Covid-19 

"Untuk itu, Shell mengajak para pengusaha daerah untuk bersama- sama menggerakkan roda perekonomian daerah dan berkontribusi dalam membangun ekonomi Indonesia melalui bisnis SPBU," tuturnya.

Pada akhir 2020, indikator sektor penunjang bisnis SPBU memang terlihat membaik. Seperti yang dirilis oleh Gaikindo, data penjualan mobil meningkat hampir tujuh kali lipat dari 7.871 unit pada April menjadi 53.844 unit pada November. 

Perubahan perilaku masyarakat juga terlihat berpihak pada prospek bisnis SPBU. "Survei yang dilakukan oleh McKinsey pada periode 21–30 September 2020 memperlihatkan bahwa konsumen Indonesia sudah menghindari menggunakan transportasi umum dan beralih ke kendaraan pribadi," pungkas Agung. (EPS)