Oleh :
SoundandMachine.com (Jakarta) - Hyundai Motor Company (HMC), baru-baru ini turut berpartisipasi dalam perhelatan "The Economist Indonesia Summit - Towards a Sustainable Recovery".
Pada kesempatan tersebut, HMC memaparkan strategi utamanya untuk mendorong mobilitas ramah lingkungan sebagai salah satu solusi untuk pemulihan ekonomi dan menjaga keberlangsungan lingkungan di Indonesia.
Baca Juga:
Dibanderol Rp 932 Jutaan, Hyundai Santa Fe XRT Meluncur di IIMS 2026
Tae-Uhn Kim, Vice President, Business Strategy Planning Hyundai Motor Company menjelaskan, Mobilitas yang ramah lingkungan (Clean Mobility), terutama Battery Electric Vehicle (BEV) akan memainkan peran penting dalam mengatasi masalah polusi udara di Indonesia dan memulihkan pertumbuhan ekonominya setelah pandemi COVID-19.
"Memperluas penggunaan BEV bebas emisi, untuk menggantikan kendaraan berbahan bakar diesel dan bensin, dapat membantu pengurangan polusi dan secara bersamaan juga dapat mendukung Indonesia mewujudkan pembangunan ekonomi yang kuat dan juga ramah lingkungan," tuturnya.
Baca Juga:
Respon Masukan Konsumen Indonesia, Hyundai Luncurkan New Creta Alpha
Lebih lanjut ia menambahkan, pemerintah Indonesia telah memulai kebijakan pendukung untuk Kendaraan Rendah Emisi Karbon atau Low Carbon Emission Vehicles (LCEV) yang mencakup Hybrid (HEV) dan Plug- in kendaraan Hybrid (PHEV).
Jenis kendaraan tersebut, dianggap memiliki peran utama sebagai titik transisi akan adopsi kendaraan listrik secara penuh. "Pergeseran ini sejalan dengan konsensus global dalam upaya untuk mengurangi jejak karbon dan mengurangi dampak dari perubahan iklim," kata Kim.
Baca Juga:
Hyundai Masuk Dunia Drift Virtual, Insteroid EV Debut di Game

Menurut Kim, tindakan global ini tidak hanya untuk mengikuti arahan dari Paris Climate Accord, tetapi juga menekankan bahwa langkah menuju pertumbuhan ekonomi yang hijau adalah perubahan paradigma yang tak mungkin terwujud tanpa kemauan kuat baik dari pemerintah dan juga sektor swasta.
"Pemerintah perlu menetapkan kebijakan yang tepat dengan dukungan penuh dari industri. Kolaborasi yang kuat adalah suatu keharusan untuk terus mendorong adopsi dan penggunaan BEV secara lebih luas.” pungkasnya. (EPS)