Bisa Jadi Solusi Kemacetan, Prestige Perkenalkan Mobil Terbang EHang di IIMS Hybrid 2021

  • Oleh : Julfikri

Sabtu, 17/Apr/2021 18:32 WIB


SoundandMachine.com (Jakarta), 15 April 2021 – Importir umum Prestige Image Motorcars, terlihat maksimal dalam menampilkan kendaraan elektrifikasi yang berorientasi masa depan.

Baca Juga:
Venom Audio Buka Outlet Baru di Showroom Prestige Image Motorcars

Bagaimana tidak, setelah impor mobil listrik Tesla pada tahun 2014, kini giliran mobil ‘terbang’ bertenaga listrik yaitu EHang yang dibawa oleh Prestige di IIMS Hybrid 2021.

“Ini akan merevolusioner semua jenis transportasi yang ada sekarang, karena ini transportasi masa depan. Seperti tahun 2014 kita membawa Tesla, mobil listrik pertama yang di Indonesia yang kitab bawa, sekarang kita membawa mobil ‘terbang’,” buka Rudy Salim, Chief Executive Officer.

Baca Juga:
Sukses di Singapura, Kaca Film dan PPF Cool N Lite Menyapa Indonesia

EHang merupakan mobil terbang bertenaga listrik, seperti helikopter yang memiliki baling-baling dan dapat terbang serta mendarat secara vertikal,. Namun, EHang memiliki teknologi Autonomous Aerial Vehicle (AAV).

AAV ini yang menjadi salah satu keunggulan EHang karena sama sekali tidak membutuhkan pilot untuk mengoperasikannya, serta tanpa engineer untuk memperbaiki.

Baca Juga:
Ribuan Kendaraan Terjual, IIMS Hybrid 2021 Bukukan Transaksi Rp 2 Triliun Lebih

"Untuk menerbangkan helikopter itu 8 USD per detik, sedangkan karena EHang ini adalah aircraft listrik, biaya penerbangannya untuk 30-40 km itu hanya Rp. 300.000,- , jadi benar-benar sangat murah sekali," jelas Rudy kepada SoundandMachine.com di JIExpo (15/4/2021).

Menariknya, karena tidak menggunakan pilot, EHang digerakkan melalui command center, dan diharapkan dapat melalui WhatsApp ke service center untuk menentukan tujuannya, namun regulasinya sedang diolah.

(sumber: EHang)

Dengan tinggi 1,7 m dan lebar 5,6 m kalau terbuka karena bisa dilipat, EHang mampu mengangkut berat hingga 220 kg serta top speed 130 km/jam.

Sementara untuk penggerak listriknya, baterai EHang dapat diisi selama sejam untuk menempuh 21-25 menit jam terbang.

Pelanggan EHang tidak perlu khawatir dengan aspek keselamatan, seperti ketika terbang tiba-tiba bermasalah atau visibilitas dalam kondisi terbatas.

Pasalnya, EHang sudah melalui fail safe test yaitu dengan cara mematikan baling-baling ketika masih terbang, GPS failure ketika sistem navigasinya bermasalah di tengah penerbangan, dan tes bermanuver ketika melewati kondisi alam seperti di malam hari, badai, atau kabut.

Tidak kalah penting, pengetesan aspek keselamatan tersebut sudah dilegitimasi oleh berbagai negara. Selain berperan sebagai “pilot”, command center juga memantau aktifitas EHang selama berada di udara.

Dengan kapabilitas seperti ini, Prestige berharap kehadiran EHang akan mendorong kota-kota di Indonesia menjadi smart city, seperti mengurangi kemacetan, serta pariwisata.

“Kalau kita menggunakan mobil, dengan jarak sekitar 20 km mungkin kalau macet itu bisa berjam-jam, sedangkan dengan drone ini mungkin hanya 10 menit bisa sampai tujuan.” harap Rudy. “Semoga membuat Indonesia smart city, jadi mungkin dapat mengurangi macet dan sebagainya.” tambahnya.

EHang sendiri sudah masuk listing NASDAQ dan itu menjadi satu-satunya perusahaan AAV di dunia yang produknya sudah ada.

Setidaknya sudah ada sekitar 130 unit EHang di seluruh dunia yang sudah beroperasi dan salah satunya akan masuk Indonesia pada bulan Juli 2021 mendatang.

Untuk harga, Prestige belum bisa memastikan karena regulasinya sedang diurus, namun sambil menunggu waktu perilisan, seluruh aspek EHang akan terus diedukasi.

 

(Joule)