Varian Tertinggi Toyota Raize Pakai Logo GR Sport, Gantikan TRD Sportivo?

  • Oleh : Julfikri

Sabtu, 01/Mei/2021 12:05 WIB


SoundandMachine.com (Jakarta) – Toyota Raize yang baru-baru ini masuk Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah PT. Toyota Astra Motor (TAM) hadir dengan varian GR Sport.

GR Sport merupakan varian sporti dengan bodykit dari in-house tuner sekaligus divisi motorsport Toyota yaitu Toyota Gazoo Racing.

Baca Juga:
Seminggu Rilis SPK Toyota Raize Mencapai 1.269 Unit, Tipe GR Sport Paling Laris

Baca Juga:
First Impression Toyota Raize GR Sport

(foto: Toyota)

Dilihat dari sentuhan yang ada di Raize, GR Sport dan TRD Sportivo terkesan beda tipis semenjak styling lebih ditekankan ketimbang performa. Apa berarti ke depannya GR Sport akan menggantikan TRD Sportivo sebagai varian sportinya?

Baca Juga:
Toyota Raize Pasar Indonesia Mendekati Spesifikasi Versi JDM?

“Mungkin terlalu awal ya kalau kita sampaikan sekarang, tapi pastinya kita selalu consider karena dua-duanya brand Toyota.” jawab Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT. TAM kepada SoundandMachine.com melalui press conference-nya (30/4/2021).

Baik GR Sport maupun TRD Sportivo, keduanya memiliki latar belakang motorsport, dan mampu membuat mobil regulernya menjadi lebih sporti.

Namun GR Sport sendiri pada dasarnya bukan hanya sporti dari segi styling tetapi juga rasa berkendara setelah adanya sentuhan tuning paling tidak di kaki-kakinya. Namun di Raize ini sentuhan GR Sport lebih ke bumper-nya saja.

brosur Toyota Yaris (sumber: http://toyota8.blogspot.com/)

Sementara TRD Sportivo, awalnya lebih ke suspensi sport agar handling-nya lebih baik dan TAM pernah rilis Yaris TRD Sportivo dengan suspensi sport serta bodykit. Namun seterusnya, lebih ke bodykit ketimbang suspensi sport-nya.

(sumber: TRD)

Di Jepang sendiri TRD Sportivo lebih ke opsional, salah satu contohnya adalah TRD Sportivo untuk Toyota Sienta, dan itupun sudah tidak ada lagi.

(sumber: Toyota)

Sementara di Indonesia, TRD Sportivo masih eksis di Toyota Rush, Toyota Yaris, dan Toyota Fortuner.

“Kita akan mendengarkan terus permintaan customer dan ke depannya mengembangkan, trennya kearah mana, baik dari sisi brand-nya maupun item-nya.” jelas Anton. “Nanti kedepannya kita akan consider terus tergantung dari masukan media, masyarakat, dan penerimaan pasar juga.” tambahnya.

(Joule)