Oleh : Julfikri
SoundandMachine.com (Jepang) – Tidak terasa kemenangan Mazda di ajang Le Mans 24 Jam sudah menginjakkan usianya yang ke-30 tahun.

Baca Juga:
IIMS 2026: Mazda Luncurkan Product Update CX-60. Ini Ubahannya
Mesin Rotary R26B Mazda 787B (sumber: Mazda)
Kemenangan Mazda di ajang Le Mans 24 Jam bukan hanya menjadi pabrikan Jepang pertama tetapi juga menjadi satu-satunya peserta dengan mesin rotary yang dipakai di mobil Le Mans 24 Jam pada tahun 1991 yaitu Mazda 787B.
Baca Juga:
Mazda Gelar Banyak Promo Akhir Tahun 2025, ini Sederet Benefitnya
Penggunaan mesin temuan Felix Wankel tersebut menjadi simbol bahwa dalam pembuatan mobil, Mazda mengusung “never stop challenging” atau tidak pernah berhenti menantang dalam arti melakukan sesuatu dimana manufaktur lain tidak terpikirkan atau enggan mengusungnya baik dalam konteks mobil produksi maupun motorsport.
Pasalnya, di zaman itu Mazda sudah menjadi satu-satunya manufaktur di dunia yang memproduksi mobil dengan mesin rotary pasca mobil dari pabrikan Jerman, NSU Ro80, dihentikan produksinya pada tahun 1977 karena isu kurangnya reliabilitas.
Baca Juga:
Fokus Pada Pengalaman Berkendara, Mazda Hadir di GJAW 2025

Mazda RX-8 Spirit R, mobil terakhir bermesin rotary di dunia (sumber: Mazda)
Mesin rotary sekarang sudah tidak ada di mobil produksi Mazda semenjak sportscar RX-8 pada tahun 2012 dihentikan produksinya, tetapi tidak memadamkan spirit never stop challenging dalam pembuatan mobil.
Seperti misalnya untuk sekarang, Mazda tidak begitu gencar dalam pengembangan mobil elektrifikasi, setidaknya 2030 mendatang 75% mobil pembakaran dalam menggunakan teknologi elektrifikasi dan 25% mobil listrik baterai.

(sumber: Mazda)
Bahkan dalam pengumuman rencana jangka menengah, Mazda mengumumkan bahwa pihaknya akan mengembangkan mesin 6-silinder inline yang notabene sudah semakin jarang dilakukan oleh manufaktur di dunia.
Seperti BMW yang menjadikan mesin inline-6 sebagai signature dish, sudah lebih fokus ke mesin 3-silinder atau 4-silinder turbo untuk lini menengah ke bawah lantaran berada di era downsizing.

(sumber: Mazda)
Menariknya, bersamaan dengan pengumuman rencana jangka menengah, Mazda berencana kembali menghadirkan mesin rotary yang tentunya tidak terpikirkan oleh manufaktur lain, meskipun mesin tersebut dipadukan dengan mild hybrid.
Salah satu alasan Mazda memakai spirit never stop challenging tersebut antara lain karena pihaknya memang mencintai mobil dan ingin orang-orang menikmati kehidupan memuaskan melalui mobil.
(Joule)