Pabrik Sel Baterai Hyundai dan LG di Karawang, Siap Penuhi Kebutuhan 150 Ribu Kendaraan Listrik

  • Oleh :

Jum'at, 30/Jul/2021 15:08 WIB


SoundandMachine.com (Jakarta) - Hyundai Motor Group berkolaborasi dengan LG Energy Solution, baru saja mengumumkan penandatanganan nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Indonesia, untuk membentuk joint venture di Indonesia.

Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam memproduksi sel baterai dari mobil listrik bertenaga baterai atau BEV. Melalui MoU ini, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution akan menginvestasikan dana senilai USD 1,1 miliar ke dalam joint venture untuk membangun pabrik sel baterai di Karawang, Jawa Barat. 

Baca Juga:
Dibanderol Rp 932 Jutaan, Hyundai Santa Fe XRT Meluncur di IIMS 2026

Sung Hwan Cho, President and CEO Hyundai mengatakan, produksi sel baterai di pabrik tersebut, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan lebih dari 150.000 kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) per tahun.

Baca Juga:
Respon Masukan Konsumen Indonesia, Hyundai Luncurkan New Creta Alpha

Ilustrasi baterai mobil listrik

"Pabrik sel baterai baru di Karawang akan dibangun di atas lahan seluas 330.000 meter persegi. Ketika beroperasi penuh, fasilitas ini diharapkan menghasilkan sel baterai lithium-ion NCMA dengan total 10 GWh setiap tahunnya, dan mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 150.000 unit mobil listrik," kata Hwan.

Baca Juga:
Hyundai Masuk Dunia Drift Virtual, Insteroid EV Debut di Game

Ia menambahkan, sel baterai yang diproduksi oleh pabrik di Karawang akan digunakan pada model EV dari Hyundai Motor dan Kia yang dibangun di atas platform BEV khusus Hyundai Motor Group, yaitu Electric-Global Modular Platform (E-GMP). 

Pabrik baru ini juga akan membantu Hyundai dan Kia memproduksi kendaraan dengan efisiensi, kinerja, dan keamanan tinggi dengan memasok sel baterai yang dioptimalkan untuk dua model BEV dari produsen mobil tersebut.

"Kerjasama dengan LG Energy Solution juga akan membantu Hyundai Mobis untuk mendapatkan pasokan sel baterai mobil listrik di masa mendatang, seiring dengan permintaan global mobil listrik yang diperkirakan akan terus meningkat," papar Hwan. 

Selain itu, Hyundai Mobis juga berencana untuk mempercepat upayanya dalam memperluas produksi sistem baterai dan mengembangkan teknologi mutakhir, untuk mendapatkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan di pasar EV global.

"Hyundai Motor Group telah mengkonsentrasikan upayanya untuk menjadi pemain utama EV tingkat global. Hingga tahun 2025, Hyundai Motor Group bertujuan untuk memperluas jajaran BEV ke lebih dari 23 model dan menjual 1 juta BEV setiap tahun di pasar global," pungkasnya. (EPS)