Oleh : Julfikri
SoundandMachine.com (Jakarta) – Setelah meluncurkan Leaf, PT. Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) menjadi pemain baru untuk agen pemegang merk (APM) di Indonesia yang memasarkan mobil listrik baterai setelah Hyundai, Lexus, Porsche, BMW, Tesla, dan DFSK.
Seperti mobil listrik baterai lainnya, salah satu yang menjadi pertanyaan umum adalah bagaimana kesiapan NMDI terhadap layanan purna jual, paling tidak dari ketersediaan tempat pengisian kendaraan listrik.
Baca Juga:
Hadirkan Karakteristik ala Eropa, Pabrikan Tiongkok Leapmotor Siap Hadir di GIIAS 2026

Portable charging (sumber: Nissan)
Baca Juga:
Perkuat Ekosistem Energi Baru, PEVS 2026 Akan Hadirkan Kendaraan Hybrid
Pertama, Nissan sudah mempersiapkan dengan baik bahwa setiap pembeli dari mobil Nissan Leaf ini kami lengkapi dengan portable charger, jadi di dalam mobil ini sudah include.
“Jadi konsumen Leaf ini bisa melakukan daya pengisian ini di mana saja, di rumah, di kantor, maupun di perjalanan selama ada koneksi ke sumber listrik.” buka Tan Kim Piauw, Sales and Marketing Director PT. NMDI kepada SoundandMachine.com melalui konferensi pers virtual (18/8/2021).
Baca Juga:
Tidak Melulu SUV, Hatchback EV Chery Q Akan Segera Hadir di Indonesia
Namun NMDI tidak hanya menyediakan portable charger sebagai standar tetapi juga menawarkan instalasi tempat pengisian di rumah untuk pelanggan perorangan atau di kantor untuk pelanggan korporat.
“NMDI telah bekerjasama dengan PLN (Perusahaan Listrik Negara) untuk memberikan diskon 30% kepada para pembeli, ketika mereka melakukan pengisian baterai mulai pukul 22.00 sampai 05.00.” tambah Bagus Susanto, Nissan Representative Director.
Namun NMDI mengingatkan agar pelanggan memperhatikan tempat pengisian, karena pengaruhnya adalah lamanya pengisian baterai. Itu berarti pelanggan juga harus memperhitungkan waktu antara pengisian dan pemakaian.
Seperti misalnya, ketika mengisi baterai ke stopkontak rumahan, mengeluarkan daya 3,3 kW sehingga memakan waktu sekitar 12-15 jam. Namun apabila memakai home charging dengan AC Charger, menarik daya antara 6,6-7,4 kW dengan durasi antara 5-7 jam.

Quick charging (sumber: Nissan)
Misalnya memakai quick charging tentu bisa lebih cepat karena mengeluarkan daya 5 kW yang membuatnya dapat terisi dalam waktu 40-60 menit. Hanya saja quick charging baru tersedia di tempat umum dengan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
“Kami berharap bahwa pemerintah terus membangun jaringan SPKLU sehingga menjadi salah satu sumber daya pengisian baterai ini.” tutup Tan.
(Joule)