Biasa Dipakai Drifting, Mengenal Tiga Generasi Terakhir Sportscar Nissan Silvia

  • Oleh : Julfikri

Rabu, 25/Agu/2021 14:39 WIB


SoundandMachine.com (Jepang) - Nissan Silvia merupakan sportscar Nissan yang diproduksi dari tahun 1965 hingga tahun 2002 dengan tujuh generasi.

Dari sekian generasi Silvia, setidaknya tiga generasi terakhir yang paling terdengar popularitasnya. Seperti misalnya ketika mobil tersebut masih baru, bertepatan dengan melonjaknya popularitas drifting dan juga touge atau balap di jalan pegunungan.

Baca Juga:
Jadi Mobil Listrik, Nissan Bakal Bangkitkan Silvia pada 2025 Mendatang

Silvia S13 di ajang Japan Grand Touring Car Championship 1994 (sumber: twitter @kun71094249)

Baca Juga:
Nissan Membuat Sketsa Sportscar Silvia, Pertanda Reinkarnasi Jadi Kendaraan Elektrifikasi?

Silvia S15 di ajang Japan Grand Touring Car Championship 2001 (sumber: Japanese Racing Cars)

Meski popularitasnya tidak setinggi drifting, Silvia juga banyak dipakai untuk motorsport berorientasi grip, seperti misalnya ajang balap Japan Touring Car Championship dan Japan Grand Touring Car Championship yang sebetulnya sudah dilakukan dari generasi sebelumnya.

Setidaknya tiga generasi terakhir Silvia tersebut, selain berpenggerak belakang, tenaga dan torsi mesin standarnya terkenal buas, terutama untuk varian mesin turbonya, namun tetap seimbang dengan handlingnya, sehingga menjadi basis yang potensial untuk pemakaian motorsport.

Berikut tiga generasi terakhir Silvia,

Generasi kelima (S13)

(sumber: Nissan)

Nissan merilis Silvia generasi kelima atau S13 dari tahun 1988 hingga 1993. Di generasi sebelumnya Silvia dijual dengan dua tipe bodi yaitu coupe dan fastback, namun mulai dari generasi ini hanya coupe saja, sementara untuk fastback diteruskan ke 180SX.

Waktu awal perilisan, Nissan menyediakan dua varian mesin untuk Silvia, yaitu CA18DE naturally-aspirated bertenaga 135 PS dan CA18DET turbo yang keduanya berkapasitas 1.800 cc bertenaga 170 PS.

Di sektor kaki-kaki, suspensi Silvia menggunakan strut untuk bagian depan dan multi-link untuk bagian belakang. Suspensi seperti ini, selain Silvia, juga ada di Cefiro A31.

Silvia S13 tersedia varian dengan sistem 4-wheel steering HICAS yang membuatnya stabil menikung, karena roda belakang juga ikut belok namun dengan arah berlawanan dengan roda depan.

Kemudian ketika minor change pada tahun 1991, Nissan mengganti semua mesin Silvia, yaitu menjadi SR20DE naturally-aspirated bertenaga 140 PS dan SR20DET turbo bertenaga 205 PS yang keduanya berkapasitas 2.000 cc.

Sektor kaki-kaki juga mendapat sentuhan, seperti varian sistem 4-wheel steering HICAS II diimprovisasi menjadi Super HICAS yang kerjanya dikontrol secara elektronik.

Untuk varian mesin turbo bannya lebih lebar dari 195/60 menjadi 205/60 yang membuatnya lebih stabil dengan kapasitas serta tenaga mesin lebih besar.

Silvia generasi ini beredar di Eropa dengan nama 200SX dan memakai mesin yang sama seperti pasar Jepang, dan di Amerika Serikat dengan nama 240SX dan mesin 2.400 cc naturally-aspirated KA24E untuk keluaran awal dan KA24DE keluaran terakhir bertenaga 155 PS.

Generasi keenam (S14)

(sumber: Nissan)

Generasi keenam Silvia atau S14 yang dirilis pada tahun 1993 hadir dengan bodi dan sasis yang baru, tetapi mesinnya masih sama seperti generasi sebelumnya, yaitu SR20DE dan SR20DET.

Meski mesinnya sama, tetapi tenaganya ditingkatkan, seperti varian SR20DE menjadi 160 PS dan SR20DET menjadi 220 PS untuk mengimbangi bodi yang lebih besar serta bobot kendaraan lebih berat sekitar 70 kg.

(sumber: Nissan)

Pada tahun 1996, Nissan melakukan minor change untuk Silvia S14 dengan wajah lebih tajam yang lebih dikenal sebagai Kouki atau late model, sementara sebelum minor change dikenal sebagai Zenki atau early model.

Untuk pasar luar Jepang, di Eropa tetap memakai nama 200SX dengan mesin yang sama seperti pasar Jepang, dan Amerika Serikat tetap memakai nama 240SX dengan mesin sama seperti generasi sebelumnya yaitu KA24DE, namun menjadi model terakhir.

Generasi ketujuh (S15)

Memasuki generasi ketujuh mulai tahun 1999, Silvia hadir dengan mesin yang masih sama, tetapi mengalami peningkatan tenaga, yaitu SR20DE bertenaga 165 PS khusus varian transmisi manual dan SR20DET bertenaga 250 PS.

Perubahan paling nyata di Silvia S15 ada di varian mesin SR20DET karena menggunakan transmisi manual dari 5-percepatan menjadi 6-percepatan bautan Aisin, sementara untuk SR20DE masih 5-speed untuk varian transmisi manualnya.

Selain itu untuk varian mesin turbo, sudah dilengkapi reinforcement parts untuk meningkatkan kekakuan bodi.

Merujuk pada regulasi keselamatan di Jepang, Silvia sudah dilengkapi rem ABS, brake assist, dan dual airbag.

Ekspor untuk Silvia generasi ini hanya Australia dan New Zealand, sementara untuk pasar Eropa sudah tidak beredar lagi secara resmi.

Silvia S15 dihentikan produksnya pada tahun 2002 karena pasar mobil coupe yang mulai menyusut, ditambah adanya regulasi emisi gas buang baru sehingga tidak memungkinkan lagi untuk beredar.

Silvia S14 (kiri) dan Silvia S13 (kanan) di D1GP Lights (sumber: D1GP)

Silvia S15 di D1GP (sumber: D1GP)

Meski tiga generasi Silvia tersebut telah dihentikan produksinya, popularitasnya masih bertahan bahkan sampai sekarang masih dipakai di ajang D1, baik D1 Grand Prix maupun D1 Lights atau kelas dengan modifikasi lebih ringan.

(Joule)