Oleh : Julfikri
Ban aspal (on-road) BFGoodrich Advantage Touring yang diluncurkan oleh PT. Michelin Indonesia selaku pemegang brand.
SoundandMachine.com (Jakarta) - Nama BFGoodrich memang sangat terkenal di mata para penggemar off-road, tepatnya karena produk ban All-Terrain (A/T) dan juga Mud-Terrain (M/T) yang bukan hanya berfungsi di medannya, tetapi juga membuat tampilan lebih menarik.
Namun baru-baru ini PT. Michelin Indonesia selaku pemegang brand BFGoodrich di Indonesia, mulai merambah segmen pemakaian jalanan on-road, dengan meluncurkan produk ban bernama Advantage Touring pada tanggal 23 Oktober 2022 di Senayan Park (Spark), Jakarta.
“Kami ada solusi untuk ban harian on-road yang menemani berkendara harian, tetapi weekend adventure.” buka Roslina Komalasari, Head of Consumer Product B2C PT. Michelin Indonesia kepada SoundandMachine.com di lokasi peluncuran (23/10/2022).

Ban BFGoodrich Advantage Touring dirancang untuk meningkatkan performa di jalan aspal, sekaligus membuat tampilan mobil menjadi lebih menarik.
Oleh karena itu, BFGoodrich membuat tapak asimetris yang terinspirasi dari peninggalan ketika berkiprah di ajang motorsport dengan medan aspal.

(sumber: BFGoodrich)
Tapak asimetris dengan tread block dan shoulder yang dibuat kaku, berfungsi membuat handling menjadi lebih responsif dan terkontrol.
Kemudian tread block berukuran besar dengan alur yang lebih dalam, desain slope pada bagian rusuk, full depth sipes pada bagian tengah tapak, serta chamver, memiliki fungsi untuk meningkatkan daya cengkeram ketika berada di jalanan kering ataupun basah.
“Ketika dia gelinding, dia akan memaksimalkan area kontak permukaan jalan. Kalau tidak maksimal area kontaknya, akan mengakibatkan udara dan air masuk, mengurangi grip.” jelas Andre G. Lolong, Product Expert Michelin Indonesia.
Hasilnya, ketika dites jalan dengan mobil VW Polo dalam kecepatan 100 km/jam, memiliki jarak pengereman sepanjang 38 m di jalanan aspal kering, lebih pendek 1,2 meter jika dibandingkan dengan kompetitornya.
“Kalau 39,2 meter ketika berhenti, hantam sampai 1,2 meter, engine hood, engine bay, habis. Selisih 1,2 meter sangat berarti.” tambah Andre.

(sumber: BFGoodrich)
Tak ketinggalan, desain interlocking band pada tapak Advantage Touring berfungsi mengurangi gesekan dan panas sehingga mampu menekan konsumsi BBM, sekaligus mengurangi suara bising ketika berada dalam kecepatan tinggi.

Ban Advantage Touring tersedia untuk pelek berukuran mulai dari 14 inci hingga 18 inci dengan total 43 dimensi. Sementara untuk harga, mulai dari Rp. 749 ribu hingga Rp. 1,589 juta per dimensinya, tetapi sudah dirancang tahan lama sehingga menjadi value for money.

“Yang pasti BFGoodrich hadir di Indonesia, untuk mengakomodir kebutuhan ban passenger car.” pungkas Andre. Pilihan menarik nih. (Joule)