Toyota, Subaru dan Mazda Berkolaborasi Mengembangkan Mesin Pembakaran Dalam untuk Masa Depan

  • Oleh : Julfikri

Selasa, 04/Jun/2024 12:15 WIB
Toyota, Subaru, dan Mazda berkolaborasi membuat mesin pembakaran dalam masa depan dengan teknologinya masing-masing.  (sumber: Toyota) Toyota, Subaru, dan Mazda berkolaborasi membuat mesin pembakaran dalam masa depan dengan teknologinya masing-masing. (sumber: Toyota)

SoundandMachine.com (Jepang) - Kendaraan listrik baterai (EV) seringkali disebut-sebut sebagai kendaraan masa depan, salah satunya karena tidak mengeluarkan asap dari motor penggerak seperti mesin pembakaran dalam.

Meski demikian, bukan berarti mesin pembakaran dalam tidak memiliki masa depan sama sekali, dan itu yang menjadi salah satu pemikiran dari pelaku industri otomotif Jepang.

Baca Juga:
Spek Lebih Kompetitif, YouTuber Off-road Jejelogy Siap Tempur di Ajang Reli AXCR 2024

Baru-baru ini 3 pabrikan otomotif Jepang sepakat bahwa mesin pembakaran dalam masih memiliki masa depan, yaitu Toyota, Subaru, dan Mazda, melalui kolaborasi untuk mengembangkan teknologinya masing-masing.

Baca Juga:
Rasakan Kemampuan Teknologi Unggulan, Subaru Ajak Masyarakat Test Drive di Medan Off-Road

(sumber: Toyota)

Pertama dari Toyota, saat ini sedang mengembangkan mesin pembakaran dalam 4-silinder, dengan konsep lebih fleksibel baik disertai motor listrik atau tidak, bekerja lebih efisien, dan bisa menggunakan berbagai jenis bahan bakar termasuk netral karbon.

Baca Juga:
Garasi Drift Siapkan Subaru BRZ Modifikasi di Kejuaraan Balap Drifting Internasional D1GP

“Sepanjang sejarahnya, mesin pembakaran internal telah berevolusi untuk memenuhi tantangan sosial saat ini. Pada tahun 1970-an, ketika polusi udara mulai menjadi masalah, industri kami memenuhi peraturan emisi yang ketat dengan menerapkan berbagai teknologi, seperti peningkatan kinerja pembakaran dan katalis.” buka Koji Sato, President Toyota Motor Corporation dalam keterangan resmi (3/6/2024).

(sumber: Toyota)

Kemudian dari Subaru, secara prinsip hampir sama seperti Toyota yaitu kapabel dengan elektrifikasi serta bahan bakar netral karbon. Akan tetapi berhubung Subaru, tentunya harus ada kombinasi teknologi ini mesin flat dan symmetrical All-Wheel Drive (AWD).

Mesin flat merupakan mesin dengan piston yang bergerak secara horizontal dan berlawanan, sementara symmetrical AWD merupakan sistem AWD dengan bagian berat transmisi di tengah, sehingga kombinasi ini ditujukan agar mobil tetap stabil di berbagai kondisi jalan.

“Kami akan mengasah teknologi elektrifikasi mobil kami untuk membuat mesin yang berlawanan secara horizontal (flat) bersinar di era netral karbon. Di sisi lain, kami akan terus mengasah untuk memanfaatkan bahan bakar netral karbon.” kata Atsushi Osaki, President Subaru Corporation.

(sumber: Toyota)

Terakhir dari Mazda, secara prinsip juga hampir sama seperti Toyota, yaitu kapabel dengan elektrifikasi dan bahan bakar netral karbon. Akan tetapi Mazda menerapkan prinsip tersebut di salah satu mesin yang membesarkan namanya, yaitu rotary engine.

Rotary engine merupakan mesin pembakaran dalam yang tidak menggunakan piston untuk proses pembakaran, melainkan putaran dari rotor segitiga.

“Kami percaya bahwa rotary engine mempunyai potensi besar untuk memberikan nilai baru di era elektrifikasi, dan kami mencurahkan seluruh energi kami untuk mengatasi tantangan kepatuhan emisi saat ini untuk rotary engine kami.” jelas Masahiro Moro, President Mazda Motor Corporation.

Ketiga pabrikan ini juga bekerjasama dengan Idemitsu Kosan, ENEOS, dan Mitsubishi Heavy Industries untuk mempertimbangkan pembentukan rantai pasokan bahan bakar netral karbon sebagai bagian dari upaya mempertahankan mesin pembakaran dalam.

Melalui kolaborasi ini, ketiga pabrikan tersebut bisa mempertahankan teknologi andalannya masing-masing, sehingga menunjukkan bahwa masih ada masa depan untuk mesin pembakaran dalam. (Joule)