Cocok Jadi Pilihan Mobil Listrik Pertama? Begini Konsumsi Baterai Neta V-II untuk Harian

  • Oleh : Julfikri

Minggu, 08/Sep/2024 10:00 WIB
Neta V-II dalam pemakaian mobilitas sehari-hari. Neta V-II dalam pemakaian mobilitas sehari-hari.

SoundandMachine.com (Jakarta) - PT. Neta Auto Indonesia menambah lini kendaraan listriknya pada tanggal 22 Mei 2024 yaitu Neta V-II. dan lebih menargetkan masyarakat yang baru beralih ke mobil listrik, mulai dari harga Rp. 299 juta.

V-II memiliki kapasitas baterai sebesar 36.1 kWh, dengan kemampuan daya jelajah sejauh 401 km menurut klaim pabrikan. Kapasitas baterai tersebut lebih kecil dari Neta V, tetapi memiliki daya jelajah setara Neta V-II, karena baterai buatan Gotion tersebut setelannya berbeda.

Baca Juga:
Lengkapi Lini Produk Elektrifikasi, MGS5 EV Jadi SUV Listrik untuk Keluarga Terkini

Baterai seperti ini menurut Neta, dapat terisi 50 persen dalam waktu setengah jam apabila menggunakan charger DC, dan dari 0 ke 100 persen dalam waktu 8 jam apabila menggunakan charger AC.

“Dengan berbagai fitur dan spesifikasi yang inovatif dan canggih, harga V-II sendiri cukup kompetitif di pasarnya. Ini menjadi salah satu tujuan kami menarik minat konsumen terutama bagi mereka yang baru mau mencoba beralih menggunakan mobil listrik.” buka Jerry Huang Managing Director PT. Neta Auto Indonesia dalam keterangan resmi (22/5/2024).

Baca Juga:
Mengenal Fitur Canggih BYD Sealion 7: SUV Pintar dengan Sistem Keamanan Kelas Dunia

Tim soundandmachine.com mendapat kesempatan untuk mencoba V-II selama 4 hari, dan mengetes pemakaian baterai dengan rute mobilitas sehari-hari yang bervariasi.

Baca Juga:
Denza D9, Luxury MPV Elektrik 7-Seater yang Siap Ubah Standar Baru Mobil Premium

Rute pertama dari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN Bulungan ke lokasi foto di daerah Pulomas dengan jarak tempuh 17 km dan rute jalan biasa, menghabiskan baterai sebesar 6 persen dari kapasitas baterai atau 2,166 kWh.

Itu berarti dengan jarak tempuh 17 km dan rute jalan biasa menghabiskan sekitar 2,166 kWh, konsumsi baterainya sekitar 7,8 km / kWh.

Rute lain dari rumah di Pondok Pinang ke kantor di Sunter, dengan jarak tempuh 36 km dan rute kombinasi antara jalan bisa dan tol, menghabiskan baterai sebesar 11 persen dari kapasitas baterai atau 3,971 kWh.

Dengan jarak tempuh 36 km dan rute kombinasi jalan biasa dan jalan tol yang menghabiskan baterai sekitar 3,971 kWh, konsumsi baterainya sekitar 9 km / kWh.

Secara keseluruhan, konsumsi baterai V-II bisa dibilang cukup boros untuk pemakaian dalam kota, baik rute jalan biasa maupun kombinasi dengan jalan tol.

Sementara untuk kecepatan pengisian baterai, dengan menggunakan DC charging dapat terisi dalam waktu 14 menit 6 detik untuk menambah 9,9 kWh, dan mengeluarkan dana sekitar Rp. 24.688,-. 

Dari segi biaya memang lebih murah dari mengisi bahan bakar minyak (BBM), akan tetapi waktu mengisi baterai masih lebih lama dari mengisi BBM untuk jarak tempuh yang setara, sehingga pemilik harus lebih concern dalam meluangkan waktu untuk mengisi daya.

Apalagi jumlah SPKLU masih lebih sedikit dari SPBU, dan kalaupun ada belum tentu dapat kesempatan seperti mesin pengisian sedang rusak atau mengantri, sehingga akan menyulitkan pengguna, terutama kalau tidak ada home charging di tempat tinggal atau menginap.

Ditambah lagi untuk mengisi baterai di SPKLU harus melalui aplikasi smartphone, seperti PLN dengan PLN Mobile. 

Artinya, pengguna kendaraan listrik harus memiliki smartphone, dengan baterai dan pulsa cukup, dan sudah mengunduh aplikasi uang elektronik dan untuk mengisi SPKLU seperti PLN Mobile.

Jadi apakah V-II cocok jadi pilihan mobil listrik pertama? Jawabannya bisa iya kalau punya mobil bermesin BBM atau home charging, bisa tidak kalau tidak punya mobil bermesin BBM atau tidak ada home charging. (Joule)