Oleh : redaksi
Alat pemadam api khusus kendaraan listrik Lithium Fire Killer buatan PT. Hartindo Chemicatama Industri.
SoundandMachine.com (Jakarta) - Dalam satu dekade terakhir ini, industri kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) tengah mengalami peningkatan yang sangat signifikan di kancah global.
Tentunya, Indonesia yang memiliki populasi penduduk terbesar keempat didunia pun tidak luput dari target pemasaran para pelaku usaha maupun produsen EV.
Baca Juga:
Bluebird Group dan FAST Kolaborasi Tingkatkan Keselamatan Armada Kendaraan Listrik
Namun demikian, bak pedang bermata dua, dalam setiap revolusi industri dan inovasi teknologi tentunya tidak luput dari unsur resiko yang timbul.
Pada tanggal 1 Agustus 2024 lalu, dunia sempat digemparkan dengan sebuah pemberitaan media dari Korea Selatan. Berita tentang meledak dan terbakarnya mobil listrik Mercedes Benz tipe EQE secara tiba-tiba ketika sedang berada di sebuah gedung parkir.
Baca Juga:
Karya Anak Bangsa, FAST Hadirkan Solusi Lengkap Mitigasi Kebakaran Kendaraan Listrik
Beruntunglah, Indonesia memiliki seorang ilmuwan kelas dunia bernama Randall Harto Laksono yang lebih akrab dikenal sebagai Randall Hart.
Beliau adalah seorang putra bangsa kelahiran Surabaya yang mendedikasikan hidupnya untuk dunia fire safety dan memutuskan untuk membuka pabrik kimia pemadam api pada tahun 1994 yang dinamai PT. Hartindo Chemicatama Industri.
Baca Juga:
Memahami Pentingnya Keberadaan APAR dalam Sebuah Mobil
Perusahaan beliau tersebut merupakan satu-satunya manufaktur yang mampu memproduksi kimia pemadam api di Indonesia, maupun seluruh Asia Tenggara.

(sumber: FAST)
PT. Hartindo Chemicatama Industri menunjuk perusahaan PT. Famindo Alfa Spektrum Teknologi (FAST) untuk melakukan pemasaran dan penjualan secara tunggal ke seluruh wilayah Indonesia.
“Risiko krusial yang hingga hari ini dihadapi setiap industri EV di seluruh dunia hampir sama yaitu banyaknya tragedi kebakaran ekstrim yang terjadi di mana-mana.” buka Willy Hadiwidjaja, Chief Executive Officer PT. FAST dalam keterangan resmi (25/11/2024).
Baterai Lithium tidak memerlukan oksigen untuk bisa terbakar. Suhu apinya pun sangat tinggi, biasanya dimulai dari sekitar 1.000°C dan dapat terus meningkat hingga mencapai lebih dari 2.000°C.
Dengan demikian, penggunaan pemadam api / APAR (Alat Pemadam Api Ringan) konvensional tidaklah efektif. Sebab sebagian besar pemadam api / APAR konvensional hanya efektif untuk api dengan suhu maksimal 700°C.
Pada baterai Lithium yang terbakar, api akan terus menyala berulang sampai daya di dalam baterai tersebut habis.
Dalam perkembangan selanjutnya, Randall berhasil menemukan kimia pemadam api pertama di dunia, yang efektif memadamkan api bersumber dari baterai Lithium dengan tuntas tanpa adanya penyalaan ulang.

APAR tersebut bernama Hartindo AF31 Lithium Fire Killer atau yang sekarang terkenal dengan sebutan APAR LFK.
APAR ini berbahan dasar air dengan campuran kimia khusus yang juga telah dipatenkan secara internasional. Hartindo AF31 LFK juga telah memiliki berbagai sertifikasi dari lembaga pengujian internasional.
Beberapa contoh sertifikasinya yaktu berasal dari Department of Transportation USA (Kementerian Perhubungan Amerika Serikat), UL Green Guard, Eurofins, SGS dan masih banyak lainnya.
Semua ini dilakukan Randall untuk memastikan bahwa produk yang ditemukannya bukan hanya sekedar efektif untuk memadamkan api dari baterai Lithium.
Namun selain itu juga harus aman untuk seluruh aspek kehidupan, mulai dari dampaknya terhadap lingkungan, hewan dan tentunya manusia.
APAR fenomenal ini diciptakan menggunakan material food grade, sehingga dapat dengan mudah lulus pengujian aquatic test.
Maka dari itu, APAR LFK sangat aman bila terkena kulit, mata atau bahkan jika tertelan oleh manusia. LFK juga memiliki nilai TKDN (Total Komponen Dalam Negeri) yang tergolong tinggi yaitu di 49,41%. (*)