Oleh : Silvia
Soundandmachine.com (Sidoarjo) – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku produsen mobil Daihatsu di Indonesia, menyiapkan strategi mempertahankan pangsa pasar menghadapi kondisi industri otomotif yang tengah lesu.
Dalam sesi wawancara eksklusif dengan media, di sela kegiatan Kumpul Sahabat di Sidoarjo, Jawa Timur (12/10/2024) Daihatsu menegaskan fokusnya pada segmen pembeli mobil pertama (first buyer).
Dalam pemaparannya, segmen ini menyumbang lebih dari 70 persen dari total penjualan Daihatsu di Indonesia sepanjang tahun 2024.
Rokky Irvayandi, Domestic Marketing Division Head PT ADM menjelaskan, bahwa pembeli pertama menjadi prioritas utama perusahaan karena potensi besar di pasar negara berkembang seperti Indonesia.

“Pembeli mobil pertama membutuhkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dasar mereka. Kami terus mempelajari tren pasar dan melakukan penyesuaian untuk tetap relevan,” ujar Rokky.
Menurutnya, perusahaan terus memantau perubahan tren dan bersiap mengadaptasi produk mereka sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Sementara itu, pasar otomotif nasional tercatat mengalami penurunan sebesar 11,9 persen hingga September 2024, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Daihatsu, yang mengalami penurunan 13 persen, menganggap kinerja mereka masih cukup baik dibandingkan rata-rata penurunan industri nasional.

Segenap manajemen PT ADM di acara "Daihatsu Kumpul Sahabat Sidoarjo" (13/10/2024). Rokky Irvayandi, Domestic Marketing Division Head PT ADM (tengah). Photo: anto.
Baca Juga:
Perdana Digelar di Indonesia, GR Car Meet Dihadiri Lebih dari 400 Mobil Toyota
Beberapa model seperti Gran Max Pikap hanya mencatatkan penurunan 4 persen, jauh lebih kecil dibandingkan penurunan pasar keseluruhan. Namun, performa di pasar domestik menunjukkan dinamika yang berbeda.
Di Jawa Timur, kontribusi terhadap total penjualan nasional Daihatsu hanya 9,8 persen, dengan market share di Surabaya mencapai 14,4 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 19,8 persen.
"Segmen yang tumbuh di Jawa Timur ternyata bukan segmen yang kami mainkan, berbeda dengan nasional di mana kami mendapat keuntungan dari pertumbuhan segmen tertentu,” tambah Rocky.
Daihatsu memperkirakan total penjualan mereka hingga akhir tahun akan lebih rendah dibandingkan tahun lalu, yang mencatatkan penjualan sebesar 194 ribu unit.
Penurunan rata-rata penjualan bulanan sebesar 10 ribu unit turut berkontribusi pada angka penjualan yang lebih kecil.
Meskipun demikian, Daihatsu tetap berupaya mempertahankan pangsa pasar sekitar 20 persen secara nasional.
Dalam menghadapi tantangan ekonomi yang melambat, Daihatsu juga terus mengembangkan strategi pada segmen elektrifikasi.
Meskipun, saat ini kendaraan listrik dan hybrid masih menyasar segmen pembeli tambahan.
“Kami tetap fokus pada pembeli pertama sambil mempelajari pasar elektrifikasi lebih dalam,” pungkas Rokky.
Jadi, kapan nih, Daihatsu akan memasarkan model elektrifikasi di Indonesia? (Anto, Silvia)
Baca Juga:
Perkuat Layanan, Honda Resmikan Dua Fasilitas Purna Jual di Luar Pulau Jawa