Pasar Audio Mobil Masih Bergairah? Begini Strategi Bertahan di Era EV Kata Ahlinya

  • Oleh : Silvia

Jum'at, 21/Feb/2025 14:00 WIB


Soundandmachine.com (Jakarta) - Di tengah perlambatan ekonomi yang melanda Indonesia, tren penjualan perangkat audio mobil justru menunjukkan dinamika tersendiri.

 

Baca Juga:
Upgrade Audio Toyota Sienta: Konsep Mobil Keluarga, Maksimalkan Kualitas Keluaran Suara

Menurut Chief Executive Officer PT Audioworkshop, Wahyu Tanuwidjaja sebagai distributor Alpine Indonesia, pasar audio mobil tidak mengalami penurunan drastis, tetapi mengalami pergeseran seiring dengan perkembangan teknologi otomotif.

 

Baca Juga:
Power Amplifier ini Jadi Peranti Favorit di Gelaran Audison Day x Sterindo Autosound

"Kalau kita lihat, trennya akan tetap bagus, tapi akan shifting. Shiftingnya ke mana? Shiftingnya ke mobil-mobil yang modern," ungkap Wahyu.

Baca Juga:
Gelar Audison Experience Day, Sterindo Autosound Ajak Car Audio Enthusiast Merapat

Hal ini disampaikannya dalam acara Car Audio Outlook 2025 dengan tema "Trend Car Audio Terkini dan Bagaimana Kita Bisa Meraih Peluang Market Ini" di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu 19 Februari 2025.

 

Fenomena ini kata Wahyu selaras dengan tren penjualan kendaraan listrik (EV) yang terus meningkat meskipun kondisi ekonomi sedang melemah.

 

Hal ini memberikan tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis audio mobil untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang berubah.

"Sekarang tinggal dilihat, apakah orang-orang di industri audio ini bisa adaptif dengan market tersebut?" tambah Wahyu.

 

Lebih lanjut, salah satu dampak dari pergeseran ini adalah penurunan penjualan head unit aftermarket, terutama karena banyak mobil listrik yang sudah dilengkapi dengan sistem infotainment bawaan yang tidak dapat diganti.

 

"Kalau penjualan head unit, dengan banyaknya mobil EV yang head unit-nya nggak bisa diganti, pasti akan drop terus," jelas Wahyu.

 

Namun, menurutnya, industri audio mobil tetap memiliki peluang besar dengan segmen bisnis lain, seperti peningkatan kualitas speaker dan sistem audio yang lebih canggih.

"Bisnisnya akan digantikan dengan bisnis lain, seperti upgrade speaker, PNP (Plug and Play). Tapi PNP-nya sudah bukan seperti PNP mobil Indonesia yang hanya 4 channel saja, mereka sudah beyond daripada itu," jelasnya.

 

Wahyu mengibaratkan perubahan tren ini dengan dunia memancing. "Market ada, ikannya ada, cuma apakah alat pancing Anda itu sesuai dengan ikan yang ada zaman sekarang? Kira-kira begitulah," tutup Wahyu.

 

Dengan perubahan tren ini, pelaku industri audio mobil dituntut untuk lebih inovatif dan responsif terhadap perkembangan teknologi otomotif.

 

Kemampuan untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan kendaraan modern menjadi kunci keberlanjutan bisnis di sektor ini. Jadi, bisnis car audio bisa tetap optimis di tahun 2025 ini. (Silvia)