Tidak Ada di EV Kompetitor, Teknologi Canggih Ini Jadi Andalan Xpeng Indonesia

  • Oleh : Julfikri

Sabtu, 07/Jun/2025 14:00 WIB
Dua model kendaraan listrik Xpeng Indonesia, G6 (kiri) dan X9 (kanan). Dua model kendaraan listrik Xpeng Indonesia, G6 (kiri) dan X9 (kanan).

SoundandMachine.com (Tangerang) - Pabrikan otomotif asal Tiongkok Xpeng berkiprah di pasar otomotif Indonesia, mulai dari dua model kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yaitu G6 berjenis SUV, dan X9 berjenis MPV.

Teknologi menjadi salah satu yang diunggulkan oleh Xpeng melalui kedua model tersebut, setidaknya karena tidak banyak EV lain menyediakan fitur ini bahkan tidak ada.

Baca Juga:
Sasar Konsumen Potensial di Utara Jakarta, XPENG Buka Dealer Baru Lagi

“Kita bukan sekadar EV biasa, mobil ini dibuat oleh IT company. Sudut pandangnya beda, buat kami unik dibandingkan EV yang ada di Indonesia. Sudut pandang unik ini bisa mengubah pengetahuan buat masyarakat.” buka Hari Arifianto, VP Marketing Xpeng Indonesia kepada SoundandMachine.com di Indonesia Design District Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang (3/6/2025).

Tim soundandmachine mendapat kesempatan untuk merasakan teknologi canggih G6 dan X9 saat dikendarai dalam sebuah sesi test drive di Indonesia Design District, PIK 2.

Baca Juga:
Perdana Gelar Layanan Libur Lebaran, XPENG Gratiskan Pemeriksaan Pra Mudik

Mulai dari G6, impresi pertama mengenai SUV tersebut adalah memiliki performa tinggi, terutama saat berakselerasi dan menikung cepat.

Baca Juga:
IIMS 2026: Xpeng Perkenalkan The Next P7, Tunjukkan Masa Depan Mobilitas

Namun hal paling menarik dari G6 adalah fitur Automatic Parking Assistance, karena menjadi salah satu yang paling terasa dari sekian banyaknya teknologi di mobil tersebut.

Fitur Automatic Parking Assist-nya cukup intuitif dengan tetap menginjak rem untuk memindahkan transmisi ke ‘R’, layar multimedia secara otomatis akan menampilkan lahan parkir yang tersedia. 

Tekan pilihan layar parkir yang dituju, kemudian tekan tombol ‘Start Autoparking’ dan lepas pedal rem, sistem akan memarkirkan mobil dengan sendirinya. Sistem tersebut akan bekerja secara adaptif seperti misalnya apabila ada orang lewat, mobil akan otomatis mengerem, atau ketika masuk ke area sempit, batok spion akan otomatis melipat.

Kemudian untuk X9, impresi pertama mengendarai MPV tersebut adalah diluar dugaan untuk kendaraan dengan panjang hampir 5,3 meter.

Pertama dari fitur active rear-wheel steering system, dimana ketika menikung roda belakang akan ikut berbelok dengan arah berlawanan, yang memudahkan pengemudi bermanuver dengan MPV tersebut.

Sekaligus membuatnya sangat nikmat ketika mengendarai di jalan berkelok-kelok layaknya mobil berdimensi lebih kecil.

Suspensi X9 termasuk adaptif dalam artian bisa disetel untuk nyaman atau berkendara agresif. Setel suspensi di mode comfort, lewati gundukan dengan kecepatan sekitar 20 km/jam, bodi mobil akan stabil dalam arti tidak bergoyang.

Seperti G6, X9 juga dilengkapi Automatic Parking Assist yang lebih berasa manfaatnya, terutama karena dimensi serta kesesuaian segmennya.

Setidaknya teknologi seperti active rear-wheel steering system dan automatic parking assist yang akan membuat X9 kompetitif di segmennya, karena tidak ada di EV kompetitor berjenis MPV.

Baik G6 maupun X9 keduanya memiliki tombol hazard di area plafon, yang akan mengganggu kesigapan pengemudi saat berada di kondisi darurat.

Dengan teknologi yang bisa dirasakan saat mengemudi seperti ini, Xpeng akan menjadi kuda hitam di segmennya, terutama karena tidak ada di salah satu kompetitornya. (Joule)