Bangun Ekosistem Cerdas di Indonesia, XPENG Siap Diproduksi Lokal

  • Oleh : redaksi

Jum'at, 01/Agu/2025 14:00 WIB


Soundandmachine.com (Tangerang) - Dalam debut perdananya di ajang GIIAS 2025, XPENG tidak hanya memperkenalkan lini kendaraan listrik cerdas, tetapi juga mengumumkan langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi pertamanya di luar Tiongkok.

 

Baca Juga:
Diduga Omoda C5 Facelift Tanpa Kamuflase di Jalanan Jakarta, Segera Meluncur?

Melalui kerja sama erat dengan Erajaya Active Lifestyle sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), XPENG menegaskan komitmennya membangun ekosistem kendaraan listrik menyeluruh

Keseluruhan ekosistem yang dimaksud adalah mulai dari lokalisasi, perakitan kendaraan, jaringan distribusi, hingga layanan purna jual.

Baca Juga:
Pasar Otomotif Nasional Menurun, Toyota Masih Nomor Satu di Indonesia

Peluncuran Kendaraan CKD & Ekosistem

Model SUV G6 Pro (Asian Premiere) dan MPV X9 (World Premiere CKD) menjadi sorotan utama. G6 Pro merupakan SUV global setir kanan pertama XPENG yang langsung diluncurkan di Indonesia, hanya berselang satu minggu setelah debut setir kirinya di Eropa.

Sementara itu, X9 menjadi simbol dimulainya strategi Completely Knocked Down (CKD) dengan unit rakitan lokal pertama yang diserahkan langsung kepada pelanggan Indonesia.

Baca Juga:
BAIC Indonesia Mulai Fokus Segmen Pasar Gemuk, BYD Jadi Sasaran

 

Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle, menyebut langkah ini sebagai “bentuk kesiapan membangun ekosistem secara menyeluruh agar XPENG relevan dan berkelanjutan bagi konsumen Indonesia.”

 

Menampilkan tujuh unit kendaraan display di GIIAS 2025, XPENG juga menyediakan zona pameran teknologi pintar seperti AI Smart Cockpit, Supercharging, serta XNGP ADAS.


Melalui strategi produksi lokal, peluncuran model baru, dan pendekatan ekosistem, XPENG resmi menancapkan kaki di Indonesia sebagai pelopor mobilitas masa depan berbasis teknologi AI.

Bagi pengunjung GIIAS 2025, booth XPENG di Hall 3D ICE BSD menjadi destinasi wajib bagi mereka yang ingin melihat masa depan mobilitas secara langsung. (*)