Bisa Tembus Jalanan Semrawut, XPENG Luncurkan Teknologi AI Terbaru

  • Oleh : Julfikri

Kamis, 06/Nov/2025 16:00 WIB
Xpeng luncurkan teknologi AI baru VLA 2.0 dengan kemampuan komputasi lebih baik saat berkendara di jalan biasa dengan mode otonom (sumber: XPENG). Xpeng luncurkan teknologi AI baru VLA 2.0 dengan kemampuan komputasi lebih baik saat berkendara di jalan biasa dengan mode otonom (sumber: XPENG).

SoundandMachine.com (China) - XPENG meluncurkan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) barunya yang bernama Vision Language Action (VLA) 2.0 pada tanggal 5 November 2025.

VLA 2.0 merupakan teknologi AI berpusat pada kemampuan mendeteksi dan mempelajari dengan meminimalisir informasi yang kurang layaknya manusia mempelajari sesuatu, untuk respon lebih cepat serta efisiensi lebih tinggi.

Baca Juga:
Dari Masyarakat hingga Pemerintahan, BYD Sealion 7 Mendapat Pengakuan Secara Global

“Begitu banyak persoalan lalu lintas yang sulit dipecahkan, bisa ditaklukan dengan model ini. Akhirnya kami menemukan model yang bisa melakukan komputasi data dalam satu tempat dimana kita bisa melihat momen kemunculan.” buka He Xiaopeng, Chairman & Chief Executive Officer XPENG melalui konferensi pers virtual (5/10/2025). 

Baca Juga:
Gandeng Aktor James Bond, Denza Terus Perluas Jangkauan Ekspansi Global 2026

(sumber: XPENG)

VLA 2.0 diterapkan untuk teknologi kendaraan otonom dengan kemampuan membaca kondisi jalan lebih baik, seperti ketika berada di jalan sempit, padat kendaraan, dan sebagainya, baik dalam situasi terprediksi maupun tidak terprediksi atau ‘dadakan’, bahkan dalam situasi semrawut sekalipun.

Baca Juga:
Layani Para Pemudik, Daihatsu Sediakan Posko Siaga dan Bengkel Resmi Tetap Buka

(sumber: XPENG)

Selain itu, VLA 2.0 juga bisa membaca objek seperti lampu merah, dan gestur tangan petugas lalu-lintas. Apabila ada petugas mengeluarkan gestur mempersilahkan untuk jalan misalnya, VLA 2.0 akan bergerak maju.

(sumber: XPENG)

Dari apa yang ‘dibaca’, sistem akan bekerja menyesuaikan situasi jalan seperti mengurangi kecepatan, dengan pergerakan yang sudah diperhitungkan titik kenyamanannya.

VLA 2.0 juga akan tetap bekerja optimal baik di siang hari maupun malam hari dengan kondisi jalan yang sama.

Itu semua bisa terealisasi karena VLA 2.0 memiliki 30.000 kartu yang melakukan komputasi di Alibaba Cloud, 72B parameters foundation model, dan iterasi satu siklus dalam setiap 5 hari.

VLA 2.0 juga dikembangkan dengan 13 kali improvisasi dalam rata-rata perjalanan per intervensi di jalan sempit.

Melalui VLA 2.0, pengguna kendaraan XPENG bisa mengaktifkan mode otonom dengan sistem seperti ini di jalan biasa sejauh 20 km, sehingga mengurangi lelah berkendara.

“Melalui paradigma ini, ‘physical world model’, saya percaya bahwa akan menjadi solusi universal di industri.” kata Xiaopeng.

VLA 2.0 menjadi teknologi AI pertama di Industri dengan super Lane Centering Control tanpa berpatok pada sistem navigasi, dan sudah memenuhi standar global sehingga siap diterapkan di berbagai kondisi jalan di mancanegara.

XPENG akan memperkenalkan teknologi VLA 2.0 kepada masyarakat umum mulai akhir Desember 2025 mendatang, dan mulai diterapkan di kendaraan produksi XPENG pada kuartal pertama 2026 mendatang. (Joule)