BYD Shark Double Cabin Dipamerkan di Malaysia, Bakal Masuk Indonesia?

  • Oleh : Febri

Senin, 17/Nov/2025 12:00 WIB


Soundandmachine.com (Jakarta) - BYD kembali membuat gebrakan di Asia Tenggara dengan memperkenalkan BYD Shark Double Cabin di Malaysia melalui ajang BYD Tech Discovery 2025 di Plaza Arkadia, Kuala Lumpur.

Meski belum resmi dijual, kehadirannya sebagai unit display teknis menunjukkan keseriusan BYD dalam memperkenalkan teknologi DMO (Dual Mode Off-road) Super Hybrid ke segmen pikap yang selama ini didominasi model bermesin diesel konvensional.

Shark 6 hadir sebagai plug-in hybrid double cabin dengan tenaga luar biasa, mengusung kombinasi mesin 1.5 liter turbo dan dua motor listrik yang menghasilkan total 436 PS dan 650 Nm.

Akselerasi 0–100 km/jam ditempuh dalam 5,7 detik, menjadikannya salah satu double cabin paling bertenaga di kelasnya. Dilengkapi baterai LFP 29,58 kWh, model ini menawarkan jarak tempuh listrik hingga 100 km dan total jarak jelajah 840 km.

Di sisi utilitas, Shark membawa kapasitas bak 1.450 liter, payload 835 kg, serta towing 2.500 kg, angka yang cukup meyakinkan untuk kebutuhan harian maupun profesional.

Dilansir dari paultan.org (13/11/25), dijelaskan bahwa belum ada indikasi kapan Shark 6 akan masuk ke pasar Malaysia, namun kemunculannya ini menjadi tanda bahwa peluncuran memang direncanakan. Model tersebut kemungkinan tiba tahun depan, bertepatan dengan dimulainya operasi perakitan lokal BYD.

 

Meski demikian, masa depan Shark 6 di pasar Indonesia masih menjadi tanda tanya besar. Segmen double cabin di Tanah Air sangat dipengaruhi regulasi, di mana model bermesin PHEV seperti Shark tidak mendapat insentif khusus dan harus bersaing dengan pick-up diesel yang lebih murah dan sudah menguasai pasar.

Tanpa strategi harga yang agresif atau kebijakan baru yang mendukung PHEV komersial, peluang BYD Shark untuk masuk Indonesia bisa jadi terbatas  atau bahkan tidak terjadi dalam waktu dekat.

 

Dengan performa dan teknologi yang sangat maju, BYD Shark berpotensi menjadi disruptor di segmen double cabin. Namun apakah Indonesia akan menjadi pasar berikutnya?