Oleh : redaksi
Soundandmachine.com (Tangerang) - Hanya dalam waktu dua tahun sejak memasuki pasar Indonesia pada awal 2024, BYD telah menjelma menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam ekosistem kendaraan listrik nasional.
Transformasi ini terjadi bukan hanya karena keberanian BYD menawarkan teknologi yang lebih matang, tetapi juga karena konsistensi perusahaan membentuk pasar melalui edukasi, inovasi, dan kehadiran produk di hampir semua segmen penting.
Milestone Penting BYD
Baca Juga:
Penjualannya Mendominasi Hampir di Semua Kategori EV, Jadi Bukti Pencapaian BYD
Di periode 2024–2025, BYD merilis deretan model yang memperlihatkan kedalaman portofolio mereka. BYD Dolphin membawa opsi EV yang lebih ramah kota, ATTO 3 menjadi tulang punggung penjualan dengan kombinasi efisiensi dan performa, sementara Seal memperlihatkan kemampuan BYD dalam menghadirkan sedan listrik berteknologi tinggi.
Tahun 2025 menandai babak yang lebih progresif melalui peluncuran Sealion 7, SUV modern yang memperkuat daya tarik keluarga urban. Tidak berhenti di situ, hadir pula BYD ATTO 3 Advance STD sebagai varian lebih terjangkau, serta ATTO 1 sebagai city car kompak yang langsung mencuri perhatian publik.

Baca Juga:
Fokus di Riset dan Pengembangan, Inovasi Teknologi BYD Melesat Dominan
Popularitas ATTO 1 bahkan mencapai titik puncak ketika model tersebut naik ke posisi teratas penjualan mobil nasional pada Oktober 2025. Fenomena itu menunjukkan perubahan perilaku konsumen yang mulai melihat EV bukan lagi sebagai tren, tetapi sebagai opsi mobilitas yang realistis.
Teknologi Canggih
Sejumlah momen lain turut mempertegas posisi BYD, termasuk demonstrasi teknologi DiSus pada BYD Seal di Sirkuit Mandalika hingga debut Denza D9 di bawah sub-premium brand Denza, yang memperlihatkan ekspansi BYD ke segmen yang lebih eksklusif.

Seluruh pencapaian tersebut berdiri di atas fondasi teknologi yang dibangun BYD selama tiga dekade, seperti Blade Battery, E-Platform, dan perkembangan terbaru berupa teknologi super-fast charging Megawatt-Charging.
Platform ini membuka jalan bagi pengisian daya yang jauh lebih cepat sekaligus efisien, menjawab kekhawatiran umum masyarakat terkait jarak tempuh dan waktu pengisian.
Selain produk, BYD juga memperkuat perannya melalui test drive nasional, partisipasi dalam seluruh event otomotif besar sepanjang tahun, serta program edukasi Technology Roadshow ke sejumlah universitas seperti ITB, Undip, dan Unhas. Perusahaan juga memperluas layanan purna jual, menghadirkan jaringan dealer yang kini mencapai 62 titik per November 2025, sebuah ekspansi yang jarang terjadi dalam waktu sesingkat itu.

“BYD mendominasi pangsa pasar kendaraan listrik sebesar 54% atau lebih dari 37.600 unit. Pencapaian itu tentunya berkontribusi pada pertumbuhan pasar EV nasional, yang saat ini mencapai 11%," kata Nathan Sun, Operation Director PT BYD Motor Indonesia.
Melalui rangkaian model yang semakin lengkap, demonstrasi teknologi yang berdampak, dan kehadiran yang konsisten di tengah masyarakat, BYD telah memainkan peran penting dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Rasakan langsung lini kendaraan listrik BYD, teknologi terbarunya, serta beragam pengalaman interaktif di GJAW 2025, ICE BSD Hall 10, 21–30 November 2025. (*)