Beda Dari yang Lain, Begini Rasanya Mobil Listrik Toyota Urban Cruiser

  • Oleh : Julfikri

Rabu, 17/Des/2025 12:00 WIB
Unit test drive perdana Toyota Urban Cruiser di Astra Auto Fest 2025. Unit test drive perdana Toyota Urban Cruiser di Astra Auto Fest 2025.

SoundandMachine.com (Tangerang) - Dalam perhelatan Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) yang diadakan pada tanggal 21-30 November 2025, PT. Toyota-Astra Motor (TAM) meluncurkan mobil listrik keduanya yaitu Toyota Urban Cruiser.

Peluncuran Urban Cruiser merupakan bagian dari komitmen TAM dalam memberlakukan strategi multi-pathway kendaraan ramah lingkungan untuk pasar Indonesia.

Baca Juga:
Bukan Perusahaan Jepang, Toyota Gandeng CATL untuk Produksi Baterai Mobil Hybrid

“New Urban Cruiser dirancang untuk pelanggan yang menginginkan kendaraan elektrifikasi lebih compact dan lincah, namun tetap dengan performa andal untuk menjelajahi padatnya lalu lintas sehari-hari.” buka Henry Tanoto, Vice President PT. TAM kepada SoundandMachine.com di lokasi acara (21/11/2025).

Baca Juga:
Beda dari Indonesia, Suzuki e Vitara Launching di Thailand Berpenggerak All-Wheel Drive

Urban Cruiser merupakan kendaraan listrik berjenis compact SUV yang memiliki ‘kembaran’ yaitu Suzuki e Vitara, sehingga memiliki banyak persamaan mulai dar rancang bangun hingga tempat diproduksi, yaitu pabrik Maruti Suzuki, Gujarat, India.

Untuk eksterior, dari segi bentuk hanya sebatas fascia-nya yang berbeda dengan e Vitara, mengikuti salah satu bahasa desain Toyota yaitu hammerhead design.

Baca Juga:
Debut ASEAN, Toyota Land Cruiser FJ Tampil di Bangkok International Motor Show 2026

Kemudian untuk interior, kalau melihat unit e Vitara di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, perbedaannya hanya sebatas rumah tweeter JBL dan itu yang membuatnya terlihat lebih ‘Toyota’. 

Pasalnya, rumah tweeter JBL seperti biasa ada di model premium Toyota seperti Alphard, Camry, Land Cruiser dan sebagainya. 

Selain itu, yang bisa jadi akan menjadi pembeda, adalah desain grafis tampilan panel instrumen dan layar multimedia. Tampilannya juga biasa ada di model premium Toyota, sehingga bisa membuat orang lupa bahwa Urban Cruiser adalah rancangan Suzuki.

Urban Cruiser memiliki motor listrik bertenaga maksimum 128 kW dan torsi maksimum 192,5 Nm, serta baterai berkapasitas 61,1 kWh. 

Motor listrik tersebut berteknologi eAxle yang berukuran kompak dan bertenaga besar namun tetap efisien, merupakan buatan Denso, anak perusahaan Toyota Group setelah dikonfirmasi melalui keterangan resmi.

Kemudian untuk baterainya berjenis Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang merupakan buatan BYD, menurut kutipan Autocar India.

Tim soundandmachine.com mendapat kesempatan test drive Urban Cruiser, yang perdana dalam perhelatan Astra Auto Fest pada tanggal 5-7 Desember 2025 di Astra Biz Center, BSD, Tangerang.

Kesan pertama mengendarai Urban Cruiser adalah berbeda dengan model Toyota pada umumnya, maupun Suzuki sebagai pembuat mobil ini.

Ketika mengendarainya, Urban Cruiser terasa lebih bermain di ‘rancangan’ ketimbang bantuan teknologi yang membuatnya terasa seperti ‘mobil’ ketimbang ‘gadget empat roda’, terutama kalau dibandingkan dengan mobil listrik China pada umumnya dan pernah mengendarainya.

Seperti misalnya, kabin dibuat lebih ‘commanding’ oleh pengemudi yang membuat blind spot minim tanpa banyak bantuan teknologi seperti kamera 360 derajat, ADAS, dan sebagainya.

Selain itu, Urban Cruiser juga memiliki banyak tombol fisik yang membuatnya lebih praktis dan durabel dibanding layar.

Untuk rasa berkendara, Urban Cruiser bukan hanya kencang tetapi juga terasa lincah dan gesit berkat bodinya yang ramping. Bentuk setirnya juga membuat Urban Cruiser terasa berbeda sendiri dibanding model Toyota lain, atau Suzuki yang memiliki kembaran mobil ini.

Harga Rp. 759 juta terasa agak terlalu mahal, tetapi ada logisnya karena tidak banyak kendaraan listrik yang punya rasa ‘mobil’ ketimbang ‘gadget empat roda’.

Namun tahun 2026 mendatang, Suzuki akan rilis e Vitara, dengan prediksi rasa berkendara sama seperti Urban Cruiser, tetapi fiturnya lebih sedikit, sehingga ekspektasinya harga jual lebih murah jika melihat brand positioning-nya. (Joule)