Oleh : Julfikri
Dealer resmi di Alam Sutera menjadi yang pertama pasca kembalinya brand Subaru ke Indonesia.
SoundandMachine.com (Jakarta) - Pabrikan asal Jepang Subaru kembali hadir di Indonesia pada tahun 2021, mulai dari membuka servis dan suku cadang di Alam Sutera, Tangerang, menargetkan pemilik model dari agen pemegang merek (APM) sebelumnya.
Kemudian pada tahun 2022, Subaru mulai membuka penjualan dengan meluncurkan Subaru Forester sebagai model pertama pasca hadir kembali di Indonesia. Pada tahun 2023, Subaru membuka dealer pertamanya di wilayah provinsi DK Jakarta yaitu Tebet.
Baca Juga:
Hanya Satu dan Sudah Laku, Subaru Rilis BRZ STI Signature di BCA Expo 2026

Namun di tahun 2026, Subaru terpantau menghentikan operasional sales, service, dan sparepart dealer Alam Sutera dan Tebet. Apa yang terjadi pada Subaru Indonesia sampai harus menutup operasional dua dealer resminya?
Baca Juga:
Pameran Multiproduk Rasa Motorshow, Tiga Mobil Baru ini Debut di BCA Expo 2026
“Pertimbangan bisnis agar lebih fokus pelayanan terhadap customer, dan ini hal biasa dalam bisnis otomotif saat ini.” buka Irhan Farhan, General Manager Marketing & Communication Subaru Indonesia kepada SoundandMachine.com melalui WhatsApp (25/1/2026).

Baca Juga:
GIIAS 2026: Tampil Berani Tanpa Elektrifikasi, Subaru Luncurkan All-New Outback
Menurut Irhan, Subaru membuka dealer di Tebet dengan menyewa lahan, dan pasca ditutup operasionalnya dialihkan ke Subaru Pondok Indah yang dibuka pada tahun 2023 lalu.
Menariknya, untuk dealer Subaru Pondok Indah lahannya terbagi dengan dealer resmi Volvo, yang belum diketahui kapan grand opening-nya.
“Kolaborasi bisnis, kebetulan butuh lahan, secara DNA safety juga kuat, gedung juga kita pisah dengan sekat dan entrance.” kata Irhan.
Namun Irhan menegaskan bahwa meski memanfaatkan lahan dealer resmi Subaru Indoensia, Volvo bukan bagian dari Plaza Group layaknya brand Subaru dan Mini sebagai agen pemegang merek, serta Toyota dan BMW sebagai dealer.

Kemudian untuk dealer di Alam Sutera, terpantau tidak ada operasional sales, service, dan sparepart dilihat dari tidak adanya unit display, tidak ada kendaraan yang masuk bengkel, serta ditutupnya pagar untuk akses dealer resmi.

Pasca ditutup, operasional dealer Subaru Alam Sutera dialihkan ke Subaru Kebon Jeruk yang dibuka pada tahun 2025 lalu.
Untuk tahun 2026 ini, Subaru tidak ada rencana untuk menambah dealer di wilayah Jabodetabek.
“Kita akan fokus pelayanan terhadap customer. Kualitas diatas kuantitas.” tegas Irhan.
Sementara untuk dealer di daerah Bandung, Surabaya, dan Batam masih beroperasi, yang artinya Subaru memiliki 5 jaringan dealer resmi di Indonesia.
Penutupan dealer resmi Subaru di Indonesia bukan menandakan penurunan, tetapi untuk efektifitas dan efisiensi, secara brand tergolong tersegmen. (Joule)