Oleh : redaksi
Denza Z9 GT dengan teknologi e3 platform yang diperkenalkan dan didemonstrasikan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025.
SoundandMachine.com (Jakarta) - Teknologi rancang bangun atau platform menjadi kunci utama pabrikan otomotif asal Tiongkok BYD, agar lebih kompetitif di industri otomotif secara global, termasuk Indonesia.
Diantaranya adalah teknologi rancang bangun e3 platform dan e4 platform, yang merupakan teknologi unggulan karena diaplikasikan ke model papan atas, dan menariknya sudah diperkenalkan ke Indonesia di sejumlah pameran.
Baca Juga:
Resmi Serah Terima Jabatan, Begini Pencapaian Presiden Direktur Honda di Indonesia
Bisa dibilang e3 platform ini paling dekat kehadirannya di Indonesia, seperti yang dibahas dalam sesi pembahasan teknologi oleh BYD Motor Indonesia pada tanggal 10 Februari 2026, di perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta.
“Secara sertifikat kita punya hak paten untuk platform ini. Dasarnya e Platform adalah rancang bangun yang digunakan khusus untuk mobil listrik, meskipun bisa dimodifikasi atau ditambah (mesin pembakaran dalam), tapi memang desain awalnya untuk kendaraan listrik.” buka Bobby Barata, Head of Product BYD Motor Indonesia kepada SoundandMachine.com di lokasi acara (10/2/2026).
Baca Juga:
Gandeng Aktor James Bond, Denza Terus Perluas Jangkauan Ekspansi Global 2026
e3 platform merupakan rancang bangun BYD dengan empat pilar utama, yaitu Cell-to-Body (CTB), tiga motor independen, independent rear wheel steering, dan Vehicle Motion Control.

Baca Juga:
Debut ASEAN, Toyota Land Cruiser FJ Tampil di Bangkok International Motor Show 2026
CTB merupakan rangka bodi yang dibuat menyatu dengan rangka sel baterai, sehingga meningkatkan kekakuan torsional sebesar 32 persen, mengurangi impak benturan depan sebesar 15 persen, dan mengurangi impak benturan samping sebesar 35 persen.
Itu artinya dengan CTB, kendaraan jadi lebih stabil saat bermanuver dengan kecepatan tinggi, dan lebih aman saat terjadi benturan depan dan samping.

Kemudian untuk tiga motor independen, rancang bangun ini memiliki motor listrik depan dengan tenaga 313 PS dan torsi 430 Nm, motor listrik belakang sisi kiri dengan tenaga 326 PS dan torsi 360 Nm, dan motor belakang sisi kanan dengan tenaga 326 PS dan torsi 360 Nm.
Secara keseluruhan tiga motor listrik independen ini memiliki tenaga sebesar 965 PS dan torsi 1.150 Nm.

Berikutnya, independent rear wheel steering dimana roda belakang akan berbelok berdasarkan putaran setir dan kecepatan.
Pada kecepatan rendah, roda belakang akan berbelok untuk memperkecil radius putar seperti ketika ingin putar balik atau parkir, dengan sudut kemiringan hingga 20 derajat.
Sementara pada kecepatan tinggi, roda belakang akan menjaga stabilitas kendaraan saat menikung atau berpindah jalur.

Berikutnya untuk vehicle motion control, yang bekerja mengoordinasikan distribusi tenaga, pengereman, dan respons kendaraan agar tetap stabil, serta keselamatan dalam berbagai situasi.
Salah satu pertimbangan dari adanya teknologi vehicle motion control adalah untuk keselamatan yang bersifat preventif dalam arti, gejala hilang kendali bisa dikurangi sehingga benturan bisa dihindari.
Rancang bangun ini memiliki 32 sensor mengemudi dan 2 sensor Lidar untuk vehicle motion control, yang bekerja dengan kecepatan membaca dalam hitungan milidetik, untuk keselamatan sekaligus kepraktisan, karena fitur canggih untuk parkir juga memanfaatkan sensor ini.
e3 Platform ini sudah diterapkan di kendaraan untuk luxury brand-nya yaitu Denza Z9, yang sudah dipamerkan dan didemonstrasikan di Indonesia International Motor Show 2025 untuk model Z9 GT.

Kemudian, BYD Motor Indonesia menghadirkan Denza Z9 di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, yang artinya kendaraan Denza dengan platform ini akan hadir di Indonesia dalam waktu paling dekat, bahkan BYD Motor Indonesia sendiri menginginkan teknologi tersebut hadir sesegera mungkin.
“Namun memang kami butuh waktu untuk menentukan timing yang tepat karena market dari sisi premium EV saat ini masih dalam proses pengembangan, kita juga harus memastikan adanya assurance dari demand market.” pungkas Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia. Inovatif! (*)