Akan Rilis Mobil Hybrid dan Listrik Baru, Kepercayaan Konsumen Jadi Fokus Honda

  • Oleh : Julfikri

Rabu, 04/Mar/2026 12:00 WIB
Teaser mobil elektrifikasi yang akan diluncurkan oleh Honda untuk pasar Indonesia tahun 2026 ini. Teaser mobil elektrifikasi yang akan diluncurkan oleh Honda untuk pasar Indonesia tahun 2026 ini.

SoundandMachine.com (Jakarta) - PT. Honda Prospect Motor (HPM) mengumumkan pencapaian dan strategi bisnisnya dalam konferensi pers yang diadakan pada tanggal 3 Maret 2026 di kantor pusat Sunter, Jakarta.

Kepercayaan konsumen menjadi fokus utama bagi HPM untuk sekarang ini, dan kedepannya nanti yang mencakup penjualan dan purna jual.

Baca Juga:
Dari Masyarakat hingga Pemerintahan, BYD Sealion 7 Mendapat Pengakuan Secara Global

“Kami menyadari tahun 2026 masih akan penuh dengan tantangan, karena itu strategi kami tidak hanya berorientasi pada penetrasi pasar, tetapi juga memperkuat hubungan dengan pelanggan yang sudah mempercayai Honda.” buka Yusak Billy, Director Sales & Marketing and Aftersales PT. HPM kepada SoundandMachine.com di lokasi acara (3/3/2026).

Baca Juga:
Beda dari Indonesia, Suzuki e Vitara Launching di Thailand Berpenggerak All-Wheel Drive

Di tengah pasar otomotif yang mengalami penurunan sejak tahun 2022, Honda Brio masih menjadi market leader dengan kontribusi penjualan sebesar 50 persen, kemudian diikuti oleh Honda HR-V dengan kontribusi 20 persen, yang juga sebagai SUV terlaris Honda.

HPM mengklaim bahwa pengiriman mobil ke konsumen lebih tinggi dibanding pengiriman unit ke jaringan dealer jika melihat data penjualannya di tahun 2025, untuk menyesuaikan kondisi stok yang ada dengan kecepatan penyerapan pasar melambat.

Baca Juga:
Resmi Serah Terima Jabatan, Begini Pencapaian Presiden Direktur Honda di Indonesia

“Fokus kami bukan hanya volume, tetapi menjaga strategi bisnis yang sehat dan berkelanjutan.” kata Billy.

Untuk mendukung strategi bisnis yang terfokus pada kepercayaan, HPM semakin memperkuat hubungan dengan pelanggan melalui semangat ‘Lifetime Ownership Joy’ untuk memastikan kepuasan sejak pertama membelinya, sampai mereka kembali membeli mobil Honda.

Kemudian untuk menggaet pelanggan baru, Honda sebelumnya menghadirkan empat model baru yang relevan dengan kebutuhan konsumen, mulai dari Brio S CVT yang menargetkan pembeli mobil pertama, hingga CR-V dengan bermesin hybrid dari varian rendah.

Selain kendaraan yang relevan dengan kebutuhan konsumen, heritage juga menjadi orientasi bagi HPM dalam menghadirkan mobil terbaru di Indonesia, salah satunya Honda Prelude.

Keandalan performa yang terus berkembang mengikuti zaman membuat HPM memasarkan sportscar hybrid Prelude ke Indonesia, dan berhasil terjual sebanyak 270 pemesan terhitung dari rilis pada Januari 2026 lalu hingga pengiriman perdana di bulan Mei 2026 mendatang.

Berhubung Prelude mengusung teknologi hybrid, kesuksesan ini akan menjadi arah bagi HPM dalam perilisan kendaraan elektrifikasi yang akan rilis pada tahun 2026 ini, terdiri dari penyegaran dua model hybrid dan satu kendaraan listrik.

“Kami tidak hanya memperluas lini elektrifikasi, tetapi juga memastikan karakter khas Honda tetap kuat di era baru ini.” jelas Billy.

HPM memberlakukan free service hingga 4 tahun atau 50.000 km, garansi resmi 3 tahun atau 100.000 km, serta layanan bantuan darurat 24 jam dalam setiap pembelian kendaraan baru, untuk mengurangi rasa khawatir pelanggan selama perjalanan.

Ditambah, aplikasi smartphone Honda untuk berbagai fungsi, mulai dari fitur untuk satu mobil yaitu Honda Connect, akses layanan purna jual e-Care, hingga layanan penjualan mobil bekas bersertifikasi dan bergaransi Honda Certified+ yang bekerjasama dengan Liva.

Menunjukkan kesiapan dalam layanan purna jual selama momen lebaran Idul Fitri 2026, HPM akan menyiapkan 99 dealer siaga dan sejumlah dealer yang beroperasi selama 24 jam. 

Berikutnya untuk jaringan dealer resmi, HPM terfokus pada jangkauan untuk menyediakan fasilitas dan kapasitas pelayanan yang memadai, dan saat ini sudah menjangkau daerah di Indonesia sebesar 93 persen.

Sepanjang tahun 2025, HPM membuka 13 jaringan dealer resmi di area yang sebelumnya belum terjangkau, sehingga menjadi jawaban atas isu bertambahnya penutupan.

Logo baru Honda akan diterapkan ke semua dealer resmi yang melambangkan transformasi menuju era elektrifikasi, berikut improvisasi layanan serta kesiapan mendukung teknologi masa depan.

Melalui pengumuman ini menunjukkan bahwa HPM akan melakukan berbagai upaya dengan tujuan yang tidak lain dan tidak bukan adalah satu hal, ‘kepercayaan’.

“Kepercayaan tentang apa yang sudah kami lakukan dan komitmen untuk terus konsisten terhadap identitas Honda. Konsisten dalam kualitas, pelayanan, dan menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen, karena hanya bisa dijaga jika terus dijalankan.” pungkas Billy. (Joule)