Oleh : Julfikri
PT. Honda Prospect Motor telah resmi serah terima jabatan presiden direktur dari Shugo Watanabe ke Masanao Kataoka.
SoundandMachine.com (Jakarta) - PT. Honda Prospect Motor (HPM) telah resmi lakukan serah terima jabatan Presiden Direktur, yang dilangsungkan di markas besarnya di daerah Sunter, Jakarta.
Terhitung tanggal 30 Maret 2026, Presiden Direktur PT. HPM yang sebelumnya dijabat oleh Shugo Watanabe, kini diserahkan ke Masanao Kataoka.
Baca Juga:
Bukan Perusahaan Jepang, Toyota Gandeng CATL untuk Produksi Baterai Mobil Hybrid

Menjabat sebagai presiden direktur mulai tahun 2024, Watanabe berada di era, dimana industri otomotif semakin menantang di Indonesia, terutama karena gempuran dari pabrikan asal Tiongkok.
Baca Juga:
Mulai dari Subaru BRZ Super Series, Hogers Indonesia Luncurkan Tim Balap Mobil
“Ketika saya tiba di Indonesia pada tahun 2024, industri otomotif berada di periode yang menantang. Kondisi pasar tidak selalu stabil, dan ada beberapa faktor yang mempengaruhinya pada waktu itu.” buka Shugo Watanabe, Presiden Direktur PT. HPM 2024-2026 kepada SoundandMachine.com dalam konferensi pers di Jakarta (30/2/2026).

Baca Juga:
Detailnya Mulai Diungkap, Begini Impresi Wuling Eksion Varian EV dan PHEV
Oleh karena itu, ‘kepercayaan’ menjadi kata kunci utama bagaimana supaya Honda tetap kompetitif di Indonesia.
Pertama, mengikuti pasar yang seiring dengan perkembangan tren, dan HPM menjawab tantangan tersebut dengan lebih memperkuat segmen elektrifikasi.
Pada masa Watanabe menjabat, kendaraan elektrifikasi Honda sudah menyentuh sampai ke segmen yang lebih bawah, mulai dari Honda Civic sampai Honda HR-V pada tahun 2025.

Selain itu, menjelang akhir masa jabatan Watanabe, HPM berhasil mengubah pasar hybrid dari yang sekedar untuk ramah lingkungan, ke segmen antusias otomotif melalui pemasaran sportscar Honda Prelude.
Pasalnya, Prelude berhasil mencetak 270 pemesan terhitung dari rilis pada Januari 2026 lalu, hingga pengiriman perdana di bulan Mei 2026 mendatang, sehingga menjadi bukti konkrit keberhasilan HPM dalam memasarkan sportscar hybrid setelah Honda CR-Z.
Kendaraan elektrifikasi Honda tidak lagi hanya hybrid, karena HPM mulai memasarkan kendaraan listrik pada tahun 2025 yaitu Honda e:N1, meskipun hanya dipasarkan dengan skema langganan.
Namun demikian, HPM masih memiliki rencana untuk memasarkan kendaraan listrik murni di tahun 2026, yang diduga Honda Super One.

Untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan, HPM tidak hanya terfokus pada pemasaran kendaraan baru, tetapi juga merangkul para pemilik, termasuk kendaraan lama, bahkan yang tidak pernah beredar resmi di Indonesia sekalipun.
Oleh karena itu, HPM mengadakan Honda Culture Indonesia yang merangkul para pemilik kendaraan Honda beserta penggemarnya, dan sudah berjalan selama dua tahun dari sejak Watanabe menjabat.

Mulai tahun 2026, masa jabatan Watanabe sebagai presiden direktur PT. HPM diserahkan ke Kataoka, yang mulai berkarir di Honda Motor Company, Ltd. sejak tahun 2000 sebagai marketing executive.
“Secara pribadi, saya mengenal Kataoka sudah sangat lama. Kami pertama bekerja di Honda pada tahun 2000, sejak itu kami berbagi pengalaman bersama, dan melihat bagaimana Honda sudah terus berkembang selama bertahun-tahun.” kata Watanabe.
Pengalaman sebagai Marketing & Sales Advisor di Filipina pada tahun 2014 dan di Malaysia pada tahun 2018 menjadi salah satu bekal bagi Kataoka untuk berkiprah sebagai presiden direktur HPM agar kompetitif di Indonesia.
Kataoka akan meneruskan kiprah Watanabe, mulai dari penerapan filosofi ‘Three Joys’, yaitu The Joy of Buying, The Joy of Selling, dan The Joy of Creating, yang memiliki makna kegembiraan dari membuat produk hingga ke tangan pelanggan.
“Tujuan kami membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, serta mendampingi mereka dalam perjalanan mobilitasnya, memastikan setiap pelanggan mendapatkan pengalaman memuaskan sepanjang siklus kepemilikan.” pungkas Masanao Kataoka, Presiden Direktur PT. HPM. (Joule).