Oleh : Julfikri
BYD Sealion 7 yang dipakai oleh Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnivakul, (sumber: weixin)
SoundandMachine.com (Jakarta) - Pengakuan global terhadap BYD terus menunjukkan penguatan melalui berbagai validasi lintas negara, mulai dari penggunaan oleh pemimpin pemerintahan, hingga pengalaman langsung dari pengguna sekaligus pakar otomotif.
Salah satu model yang menjadi bagian dari pengakuan tersebut adalah BYD Sealion 7, yang diperkenalkan sebagai SUV listrik premium dengan pendekatan yang mengedepankan keseimbangan antara performa, kenyamanan, dan teknologi.
Baca Juga:
EV Sukses Besar, BYD Luncurkan Teknologi Hybrid ke Indonesia. Ini Alasannya
“Kami tentu menyambut dengan positif pengakuan yang diterima BYD Sealion 7, karena hal tersebut mencerminkan bagaimana teknologi, kualitas, dan pengalaman berkendara yang dihadirkan dapat diterima secara luas, baik oleh konsumen maupun berbagai pemangku kepentingan, termasuk di tingkat pemerintahan.” buka Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia dalam keterangan resmi (9/4/2026).

Baca Juga:
Tidak Melulu SUV, Hatchback EV Chery Q Akan Segera Hadir di Indonesia
(sumber: weixin)
Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) membuat animo kendaraan listrik meningkat, bahkan sudah sampai pada level pemerintahan.
Baca Juga:
Tembus 1.000 SPK, Wuling Eksion Diserahkan ke Pemilik Barunya. Ada Atlet Sepak Bola
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnivakul, memilih BYD Sealion 7 sebagai moda transportasi menuju Government House pada 25 Maret 2026.
Dikutip dari weixin.qq.com, keputusan tersebut diambil sebagai respons terhadap dinamika global, termasuk meningkatnya harga energi, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan efisiensi energi.
Dalam kesempatan tersebut, Perdana Menteri juga menyesuaikan pola perjalanannya dengan tidak menggunakan iring-iringan kendaraan pengawalan berbahan bakar konvensional seperti biasanya, sebagai bentuk simbolis efisiensi energi.
Keputusan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul untuk menggunakan BYD Sealion 7 juga menjadi representasi bahwa teknologi yang dihadirkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas modern di berbagai lapisan, termasuk dalam operasional pemerintahan.

(sumber: bestcarweb)
Di Jepang, pengalaman terhadap BYD Sealion 7 datang dari seorang pengguna yang juga merupakan pakar otomotif, Mitsuhiro Kunisawa, dan membagikan pengalamannya kepada publik melalui tulisannya di web bestcarweb.jp.
Dalam keterangannya, ia mengakui bahwa keputusan pembelian tersebut diambil dengan ekspektasi yang hati-hati, mengingat persepsi terhadap kendaraan asal Tiongkok yang masih berkembang di pasar Jepang.
Awalnya ia mengakui memiliki pandangan skeptis. Namun setelah menggunakan BYD Sealion 7 dalam aktivitas sehari-hari hingga menempuh jarak sekitar 5.000 kilometer, persepsinya berubah.
Kendaraan ini dinilai mampu memberikan pengalaman berkendara yang melebihi ekspektasi, tanpa ditemukan kendala teknis selama periode penggunaan tersebut.
Selama periode penggunaan tersebut, kendaraan mencatatkan zero faults, tanpa kendala teknis maupun gangguan fungsional.

(sumber: bestcarweb)
Tidak tanggung-tanggung, untuk memberikan validasi terhadap kepuasannya, Kunisawa sampai melibatkan pihak ketiga dari kalangan profesional yaitu tim Polish Factory yang dikenal sebagai salah satu spesialis detailing terkemuka di Jepang.
Tim Polish Factory melakukan inspeksi pada eksterior tepatnya pengecatan, dan interior tepatnya kerapian dan pemakaian material.
Hasilnya, dengan harga sekitar 4,95 juta yen, Sealion 7 menghadirkan kualitas dan pengalaman berkendara yang setara dengan kendaraan di kisaran 9 juta yen, sehingga mempertegas standar kualitas yang melampaui ekspektasi pada rentang harganya.
Sejalan dengan berbagai pengakuan global tersebut, hal ini menjadi semakin relevan seiring dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang semakin matang di pasar tanah air. Konsumen tentunya mempertimbangkan inovasi teknologi, namun juga membutuhkan suatu standar kualitas, kenyamanan, dan keandalan yang dapat dirasakan dalam penggunaan sehari-hari. (Joule)