Oleh : Julfikri
Wuling Motors mulai mengungkap lebih detail mengenai SUV terbarunya yaitu Wuling Eksion.
SoundandMachine.com (Jakarta) - Wuling Motors memperkenalkan SUV terbarnya yaitu Wuling Eksion di pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) pada tanggal 5-15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Eksion akan menjadi SUV 7-seater pertama di Indonesia yang tersedia dua varian motor penggerak yaitu electric vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Baca Juga:
Mulai dari Subaru BRZ Super Series, Hogers Indonesia Luncurkan Tim Balap Mobil
Untuk varian penggerak EV, Eksion akan menjadi SUV 7-seater pertama di kelasnya, dan SUV EV 7-Seater kedua di Indonesia setelah Kia EV9.
“SUV 7-seater pertama di Indonesia yang membawa teknologi plug-in hybrid dan model kedua dari Wuling Indonesia menggunakan platform terbaru dari Wuling yang sebelumnya sudah digunakan di Darion.” buka Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors kepada SoundandMachine.com di lokasi (17/4/2026).
Baca Juga:
Tunjukkan Komitmen untuk Pasar Indonesia, Hino Luncurkan Bus 4x4 di GIICOMVEC 2026
Wuling Motors baru bisa menampilkan eksterior dan beberapa detail seperti keterangan 7-seater, sampai akhirnya tim soundandmachine.com mendapat kesempatan untuk melihat lebih dekat detailnya.

Baca Juga:
Mulai Rp 780 Juta, Foton Luncurkan Double Cabin Listrik 4x4 eTunland. Begini Speknya
Untuk eksterior, Eksion terlihat seperti Darion yang dibuat SUV karena kemiripan lampu depan dan belakang.
Seperti Darion, Wuling membedakan eksterior untuk varian Eksion EV dan PHEV, mulai dari bumper, karena kebutuhan pemasukan udara yang berbeda antara PHEV dengan adanya mesin bensin, dan EV dengan motor listrik di depan.
Berbeda dengan Darion, Wuling tidak hanya membedakan bumper untuk varian Eksion EV dan PHEV, tetapi juga desain pelek, yang keduanya seperti pelek standar Wuling Almaz RS.
Pelek Eksion EV seperti pelek standar Almaz RS sebelum facelift, sementara pelek Eksion PHEV seperti pelek standar Almaz RS facelift atau keluaran sekarang ini.

Untuk interior, dasbor Eksion sedikit berbeda dengan Darion, tepatnya kisi-kisi AC di ujung. Namun desain seperti ini terlihat pas dengan karakter Eksion sebagai SUV, karena beberapa SUV lain desain kisi-kisi AC-nya horizontal.
Duduk di jok baris kedua termasuk lega, meskipun tidak selega Darion mengingat Eksion adalah SUV. Namun untuk duduk di jok baris ketiga, terasa kurang nyaman dan itu wajar karena SUV umumnya dirancang untuk kenyamanan jok baris pertama dan kedua.

Tim soundandmachine.com mendapat kesempatan untuk test drive Eksion varian EV dan juga PHEV.
Secara pengoperasian, Eksion sama seperti Darion dari posisi tuas transmisi di sebelah kiri, dan tuas lampu sein serta wiper di sisi kanan, yang termasuk kurang lazim untuk ukuran mobil di Indonesia pada umumnya.
Namun ketika dikendarai, Eksion lebih terasa berbeda dibanding Darion, seperti posisi mengemudi, jarak pandang, kelincahan, dan bantingan, yang sebagaimana layaknya SUV.
Dengan panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm dan wheelbase 2.810 mm, Eksion cukup terasa lincah saat memasuki area basemen, parkir paralel, dan zig-zag.
Memasuki area basemen, lampu depan menyala secara otomatis, akan tetapi jika melihat rombongan di depan, lampu belakang tidak ikut menyala.
Keluar dari basemen, fitur hill hold control bekerja dengan baik, namun saat berjalan dari berhenti di tengah-tengah tanjakan, Eksion EV mengalami wheelspin sementara PHEV tidak, antara dari beban dan grip ban.
Untuk parkir paralel dan zig-zag, kamera 360-nya termasuk akurat sehingga meminimalisir blind spot, dan kami pun cukup percaya diri melakukan manuver tersebut hanya melihat layar multimedianya saja.
Dibanding Darion, Eksion lebih cocok untuk pelanggan yang biasa menyetir sendiri, karena lebih nikmat dikendarai dan duduk di jok baris kedua dan ketiga tidak senyaman Darion.
Untuk harga masih belum diketahui, tetapi diprediksi akan setara Darion kalau melihat platform-nya. (Joule)