Oleh :
SoundandMachine.com (Jakarta) - PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan Suzuki Supplier Club (SSC), baru saja melakukan kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian RI untuk menyelenggarakan forum diskusi yang berfokus pada pencanangan program vokasi untuk SMK/universitas.
Dalam acara yang diadakan di Bandung (08/04), tersebut, Shodiq Wacaksono, Managing Director PT SIM mengatakan, forum diskusi diselenggarakan sebagai wadah perkenalan antara para pemangku kepentingan dan dunia pendidikan.
Baca Juga:
Penjualan Kendaraan Suzuki Melejit 64 Persen di Februari 2026, Dua Faktor Jadi Kunci
"Melalui forum ini, Suzuki ingin memperkenalkan industri otomotif ke sekolah dan universitas. Industri selalu membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian, terampil, dan siap pakai, karena hal tersebut merupakan kompetensi yang sangat mempengaruhi kualitas produk," katanya.
Apalagi, Shodiq menambahkan bahwa Industri otomotif Tanah Air berkembang dengan pesat dan berpotensi menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis industri otomotif dunia di masa depan.
Baca Juga:
Konsisten Selama 15 Tahun, Suzuki Peduli Mudik 2026 Hadirkan 71 Titik Bengkel Siaga
Didukung wilayah yang luas dan pasar yang besar, sektor otomotif diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara signifikan. Selain itu, bonus demografi pun menjadi faktor penting dalam mendukung strategi pemerintah menjadikan industri otomotif sebagai industri strategis dan prioritas.
"Peluang ini tentu harus disinergikan dengan lembaga-lembaga pendidikan. Sehingga untuk menjembatani kebutuhan tersebut harus dimulai melalui program vokasi," tutur Shodiq dalam keterangan resminya.
Baca Juga:
Suzuki Hadirkan Fitur Baru di Grand Vitara, Begini Respon Pengunjung IIMS 2026

Oleh karena itu, vokasi menjadi vital fungsinya dalam menjaga daya saing dan eksistensi produk serta meningkatkan kemampuan dan kualitas industri otomotif agar lebih kompetitif di dunia, terlebih bagi Suzuki yang juga mengekspor produk-produknya ke berbagai negara.
Suzuki sendiri menerapkan standar global untuk setiap komponen yang diproduksi pemasok, sehingga perusahaan pemasok membutuhkan tenaga kerja yang terlatih juga.
Sehingga, forum diskusi ini menjadi momentum yang bisa dimanfaatkan SSC dan lembaga-lembaga pendidikan untuk menjalankan kegiatan vokasi di masa mendatang.
Selain diskusi mengenai kondisi dan peluang otomotif Indonesia, dalam acara tersebut SSC juga menyerahkan 1 unit lab keliling berupa mobil alat ukur untuk digunakan oleh lembaga pendidikan, sebagai sarana untuk pembelajaran siswa di sekolah.
"Kami harap kegiatan ini bermanfaat untuk memulai program-program vokasi lainnya. Kami juga berterima kasih kepada Kementerian Perindustrian yang telah memungkinkan acara ini berlangsung sehingga mampu menjadi forum silaturahmi yang positif," pungkas Shodiq. (EPS)