Oleh : Julfikri
SoundandMachine.com (Jakarta) – Antusias modifikasi Kiki Anugraha kerap memodifikasi mobil yang membuat banyak orang terpesona, terutama di jagat media sosial.

Baca Juga:
Selaraskan Konsep Racing Look, Karma Luncurkan Pelek Bespoke Baru Motif Mesh
Sebut saja Toyota Alphard dengan bodykit Silk Blaze, Toyota 86 dengan bodykit Rocket Bunny dan pelek Work limited edition, Mercedes-Benz E-Class Wagon, hingga yang terkini Mercedes-Benz S-Class generasi kelima atau W221. Meski terlihat simpel, ternyata proses modifikasi ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

Baca Juga:
Makin Mewah dan Sporty, Alpine Style Rilis Toyota Alphard Silver Arrow
“Setelah 1 tahun di bengkel, akhirnya selesai juga saya bangun mobil ini. Walaupun memakan waktu lama akan tetapi saya sangat menyukai prosesnya, trials and errors-nya lah yang membuat saya kecanduan dan sangat banyak pengalaman baru dan menjadi pengalaman berharga untuk saya.” tulis Kiki di postingan Instagram (12/5/2021).
Memanfaatkan momen IMI Automotive Appreciation Night di Ciputra Art Preneur, Jakarta, pada 19 Juni 2021 silam, kami berkesempatan meliput langsung S-Class yang menjadi perbincangan di media sosial tersebut.
Baca Juga:
Indonesia Modification Expo 2021 Limitless Lahirkan Pelek Baru dari Tiga Brand Lokal
Pertama, S-Class tersebut diperbarui tampilannya dengan memakai lampu dan spion W221 facelift, bodykit Mercedes-Benz S65 AMG dari Inspire Tuning, Joglo, Jakarta.
Untuk membuatnya lebih ceper seperti ini, Kiki memakai air-suspension buatan Air Lift Performance dari YM Autowheels dan kompresor ganda Air BFT dari Air BFT Indonesia.
Namun ternyata Kiki tidak membiarkan S-Class-nya tersebut tampil “impor” yang berarti harus diimbangi dengan produk lokalnya.
“Sebisa mungkin pakai produk lokal untuk kita support.” ujar Kiki kepada SoundandMachine.com di Ciputra Art Preneur, Jakarta (19/6/2021).

Menariknya, produk lokal tersebut berada di bagian paling krusial dalam dunia modifikasi, yaitu pelek buatan Karma dengan ukuran 21 inci dengan lebar 10,5 untuk depan dan 12 untuk belakang.
Sekedar tambahan informasi, pelek Karma tersebut bukan custom atau one-off, melainkan prototype yang berarti akan diproduksi massal. Pasalnya, Karma yang selama ini membuat bodykit, akan berekspansi ke pelek mobil.
“Tahun ini mau launching Karma Wheels. Kalau ini cocoknya di mobil VIP dan ini salah satu cara untuk menghindari membeli Big Brake Kit. Rem kan cukup mahal harganya, biar gak keekspos jadi si jaringnya itu kita bikin lebih nutup.” jelas Kiki.
Sementara bannya memakai Accelera PHI 255/30/21 untuk depan dan PHI 2 295/25/21 untuk belakang. Menurut keterangannya di IG, Kiki menilai ban tersebut meski lokal tetapi berkualitas karena tidak cepat botak.
Untuk mendapat fitment seperti ini, dibuat natural wide dan membutuhkan proses radius atau memotong lingkaran rodanya. Selain pelek dan ban, exhaust system yang dipakai juga produk lokal, yaitu Tech Pro Exhaust buatan Gading Serpong, Tangerang.


Untuk interior modifikasinya hanya sebatas ambience light dengan 64 warna untuk mengubah atmosfir kabin dan tentunya karena ada controller air suspension membuatnya sedikit berbeda.

Di sektor audio, S-Class tersebut memakai speaker Focal dari mobil lamanya yaitu Alphard keluaran 2016, subwoofer aktif Rockford, dan head unit Android 10 inci tanpa merk, yang dikerjakan di FI Audio di Jl. Guntur, Jakarta.
“Speaker ini bekas pakai mobil yang lama, saya pindahin ke sini (S-Class). Dari mobil Alphard, habis itu pindah ke Mercy wagon (E-Class), habis itu pindah ke sini (S-Class).” tutup Kiki.
(Joule)