Oleh :
SoundandMachine.com (Jakarta) - Meski masih dalam situasi pandemi Covid-19, tahun ini BMW Group Indonesia tetap memanjakan konsumen mereka di Indonesia. Salah satu bukti nyatanya, dengan terus membawa produk terbaru mereka untuk pasar Tanah Air.
Setelah hari ini meluncurkan delapan produk anyar sekaligus, ternyata MINI dikabarkan juga tengah menyiapkan salah satu produk spesialnya yang diketahui merupakan model MINI bertenaga listrik.
Baca Juga:
IIMS 2026: BMW dan Mini Jadi Brand Otomotif Premium Terlaris di Indonesia

Hal itu ditegaskan oleh Jodie O'tania selaku Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia. Ia mengatakan, tahun depan pihaknya akan melakukan komunikasi dengan semua pemangku kepentingan, agar mobil listrik MINI bisa hadir di Indonesia.
Baca Juga:
Unjuk Kompetensi Aftersales, BMW Indonesia Gelar Kompetisi Teknisi Dealer Resmi
"Persiapan infrastruktur sudah kami mulai sejak beberapa tahun lalu, karena kita juga sudah punya model listrik yang lain seperti BMW i8 dan i3. Tahun ini kita juga terus lakukan kerjasama dengan beberapa stake holder," kata Jodie kepada awak media dalam virtual conference, Kamis (20/08).
Meski mengatakan bahwa MINI Electric (MINI SE) akan hadir ke Indonesia tahun depan, namun wanita ramah itu belum mau mengungkap pasti terkait waktu kedatangannya. "MINI Electric akan meluncur, tapi kapan detailnya kita belum bisa pastikan," ungkapnya.
Baca Juga:
Kolektor Bersiap, Miniatur Edisi Terbatas Akan Banjiri Indonesia Diecast Expo 2025
Ia menambahkan, BMW Group sendiri saat ini sedang fokus menggarap pasar kendaraan elektrifikasi. Jika dilihat, mobil listrik lansiran MINI tersebut memiliki desain yang menyerupai MINI Cooper yang dipasarkan saat ini.

Namun yang membedakan adalah tampilannya yang lebih futuristik dengan penggunaan gril unik, dipadu dengan lampu LED yang mencolok serta bumper yang sporty. Bicara spesifikasinya, motor listrik yang disematkan mampu menjanjikan tenaga hingga 184 dk dan torsi puncak 270 Nm.
Berbekal tenaga tersebut, MINI Electric diklaim mampu berlari dari posisi diam ke 100 km/jam dalam waktu 3,9 detik dan 100 km/jam ke 200 km/jam yang memakan waktu 7,3 detik.
Sedangkan untuk daya jelajahnya, ketika diisi penuh, baterai dengan kapasitas 32,6 kWh-nya itu sanggup menempuh jarak 270 km dengan standar pengujian Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP). "Kita tunggu saja kejutan tahun depan," pungkas Jodie. (EPS)