Gandeng Universitas Diponegoro, Toyota Siap Tingkatkan Kualitas Mahasiswa

  • Oleh :

Jum'at, 10/Sep/2021 11:33 WIB


SoundandMachine.com (Jakarta) - Turut berpartisipasi aktif sebagai jembatan pengembangan potensi SDM nasional, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), berkolaborasi bersama Universitas Diponegoro (UNDIP), melaksanakan penandatanganan MoU Kerjasama Pengembangan Program "Sinergi Perguruan Tinggi dan Industri".

Warih Andang Tjahjono Presiden Direktur TMMIN mengatakan, penandatangan kerjasama ini diharapkan dapat menguatkan kontribusi Perguruan Tinggi sebagai Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi.

Baca Juga:
Bukan Perusahaan Jepang, Toyota Gandeng CATL untuk Produksi Baterai Mobil Hybrid

"Kolaborasi ini diharapakan dapat mendukung transformasi perguruan tinggi untuk mencetak lebih banyak lulusan ahli yang cepat beradaptasi dan inovatif dalam menghadapi Kompetisi Era Industri 4.0, ‘Green Economy’, hingga elektrifikasi yang menjadi tantangan di masa depan," ujar Warih dalam keterangan resminya Kamis, (09/09).

Baca Juga:
Debut ASEAN, Toyota Land Cruiser FJ Tampil di Bangkok International Motor Show 2026

Ia menambahkan, fokus kerjasama ini terletak pada aspek ‘People Development’ yaitu industri hadir untuk meningkatkan kapabilitas dan kualitas mahasiswa melalui eskalasi kurikulum pendidikan tinggi serta memberikan kesempatan magang di lini produksi maupun bidang yang sesuai.

Hal tersebut sebagai upaya memberikan pengalaman kerja, sekaligus memperkaya wawasan praktikum yang saat ini menjadi prasyarat mutlak kebutuhan industri. Transfer ilmu pengetahuan juga diberikan melalui pelatihan industri dan pemaparan wawasan otomotif terkini melalui Toyota Manufacturing Concept yaitu safety, environment, technology serta manajemen industri.

Baca Juga:
Libur Lebaran 2026: Mudik Lebih Tenang, Toyota Buka Posko Siaga dan Bengkel Resmi

"Selaras dengan arahan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia untuk mempersiapkan SDM berdaya saing nasional, terobosan skema pembelajaran di UNDIP sebagai salah satu Pendidikan Tinggi dikembangan dengan metode Kampus Merdeka," tambah Warih.

Metode ini menerapkan kebijakan 'Merdeka Belajar' yang memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat, dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan pengalaman lapangan untuk berkarir di masa yang akan datang.

Menurut Warih, pada tahun 2030, Indonesia diperkirakan akan menghadapi kondisi tingginya permintaan dunia kerja, namun ketersediaan SDM mumpuni jumlahnya tidak dapat memenuhi. 

Potensi ekonomi yang begitu besar tidak dapat diimbangi dengan kurangnya porsi tenaga kerja yang sesuai spesifikasi, yaitu SDM terampil dan berpengetahuan serta tanggap dengan teknologi dan digitalisasi.

Bob Azam Direktur Corporate Affairs TMMIN menambahkan, bahwa industri tidak hanya mensyaratkan nilai prestasi akademik di atas rata-rata, namun juga membutuhkan terobosan dan inovasi dari akademia yang memiliki pemahaman mendalam mengenai industri.

"Kami mengharapkan kerja sama industri dan akademia dalam people development menghadirkan SDM industri yang mumpuni, dan mampu mendukung industri Indonesia menjadi
lebih efisien dan kompetitif," paparnya. (EPS)