Oleh : Julfikri
Suzuki Ignis yang telah dihentikan penjualannya oleh PT. Suzuki Indomobil Sales selaku agen pemegang merek. (sumber: Suzuki)
SoundandMachine.com (Jakarta) - PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku agen pemegang merek Suzuki di Indonesia telah resmi menghentikan penjualan mobil kompaknya yaitu Suzuki Ignis. Dihentikannya Ignis dalam peredaran di Indonesia ditandai dari hilangnya laman untuk lini tersebut di situs resmi Suzuki Indonesia.

Baca Juga:
Beda dari Indonesia, Suzuki e Vitara Launching di Thailand Berpenggerak All-Wheel Drive
“Sesuai dengan rencana korporasi kami yang secara bertahap akan lebih fokus ke produk terelektrifikasi seperti XL7 hybrid dan Ertiga hybrid, serta memperkuat keberadaan model-model buatan dalam negeri.” buka Harold Donnel, 4W Marketing Director PT. SIS kepada SoundandMachine.com melalui WhatsApp (10/7/2024).
Suzuki Ignis sendiri sejak kehadirannya hingga kini telah menorehan kiprah suksesnya di pasar otomotif di Indonesia. Diimpor dari India, Ignis masuk Indonesia pada tahun 2017 di segmen compact car kelas 1.200 cc, sebagai penerus dari Suzuki Splash.
Baca Juga:
Penjualan Kendaraan Suzuki Melejit 64 Persen di Februari 2026, Dua Faktor Jadi Kunci

(sumber: Suzuki)
Baca Juga:
Konsisten Selama 15 Tahun, Suzuki Peduli Mudik 2026 Hadirkan 71 Titik Bengkel Siaga
Salah satu yang menjadi daya tarik Ignis adalah desain eksentrik, dengan gabungan beberapa elemen produk Suzuki di eksterior.
Seperti fascia mengambil elemen Suzuki Cervo tahun 1977-1982, pilar mengambil elemen Suzuki Swift, tahun 2004-2011, detail kap mesin mengambil Suzuki Escudo tahun 1988-1998, dan bagian belakang mengambil elemen Suzuki Fronte tahun 1971-1976.
Ignis sendiri masuk Indonesia diposisikan sebagai 'urban SUV' karena bentuk dan ground clearance 180 mm dan tinggi air intake 700 mm, dan menjadi pelopor di kelasnya, yaitu berada di bawah SX4 S-Cross.

(sumber: Suzuki)
Kemudian untuk interior, didesain dengan konsep sederhana dan rapi, dengan bentuk sederhana dan dibuat seperti tempelan, sehingga membuatnya terlihat eksentrik.
Ketika diluncurkan di Indonesia International Motor Show 2017, Ignis menyabet 'Best Buy Car' sebagai mobil yang paling banyak di-test drive yaitu 1.873 pengunjung dan penjualan melewati target yakni 478 unit.
Ignis sempat minor change pada tahun 2020 dengan desain bumper dan gril serta over fender yang membuatnya tampil bergaya SUV, dan perubahan di warna interior.
Di sektor dapur pacu, Ignis dibekali mesin 1.200 cc bertenaga 82 hp dan torsi 113 Nm, yang disalurkan oleh transmisi manual 5-percepatan atau auto gear shift 5-percepatan.
Sekedar informasi tambahan, di negara asalnya yaitu Jepang, Ignis juga dihentikan penjualannya mulai April 2024 lalu.
Perbedaan antara Ignis pasar Jepang dengan Indonesia antara lain mesin sudah mild hybrid, transmisi CVT, tersedia penggerak all-wheel drive, fitur keselamatan aktif, hingga tempat perakitan yaitu di Jepang.
Selamat jalan Ignis! Nyentriknya akan dikenang selalu. (Joule)