Spek Lebih Kompetitif, YouTuber Off-road Jejelogy Siap Tempur di Ajang Reli AXCR 2024

  • Oleh : Julfikri

Selasa, 16/Jul/2024 10:00 WIB
YouTuber Jejelogy siap bertarung di Asia Pacific Cross-Country Rally 2024, dengan spesifikasi lebih kompetitif. YouTuber Jejelogy siap bertarung di Asia Pacific Cross-Country Rally 2024, dengan spesifikasi lebih kompetitif.

SoundandMachine.com (Jakarta) - YouTuber otomotif Julian Johan atau Jejelogy mengumumkan persiapannya dalam berkompetisi di Asia Cross Country Rally, pada tanggal 11-17 Agustus 2024 mendatang di Thailand.

Baca Juga:
Kembali Seperti Konsep Awal di Tahun 1984, Toyota Ungkap Wujud Generasi Baru Land Cruiser Prado

Dengan tim Jejelogy GHP, Jejelogy kembali mengandalkan Lexus LX 570 tahun 2010 dengan eksterior yang dikonversi menjadi Toyota Land Cruiser, untuk berpartisipasi di kelas T1G atau kelas modifikasi berat dengan mesin berbahan bakar bensin.

“Tahun ini kita kembali dengan semangat baru, beberapa hal yang baru, yang pasti targetnya, tetap set target yang realistis tetapi lebih baik dari sebelumnya yaitu kita mencoba untuk bisa masuk 10 besar dari klasemen umum dan mendapatkan juara pertama di kelas yang kami ikuti.” buka Julian Johan, Pereli AXCR kepada SoundandMachine.com di lokasi konferensi pers (10/7/2024).

Baca Juga:
Dunia Otomotif Indonesia Berduka, Legenda Off-road Syamsir Alam Meninggal Dunia

Oleh karena itu sebagai bagian dari strategi, tahun ini tim Jejelogy GHP turun dengan dua co-driver yaitu Recky Resanto dan Chupong Chaiwan dari Thailand, yang di AXCR sebelumnya mendampingi pereli Rifat Sungkar.

Dengan strategi tersebut, diharapkan akan lebih meringankan konsentrasi sang pereli, dan juga sesama co-driver karena ada pembagian peran untuk navigasi, termasuk kapan harus membunyikan sirine untuk memberitahu warga sekitar lintasan ketika mobil ini melintas. 

Baca Juga:
Toyota Land Cruiser Anyar Disebut Makin Tangguh di Medan Off-Road

Itu berarti tim Jejelogy GHP harus melakukan modifikasi di kabin, yaitu menambahkan bucket seat di belakang untuk co-driver kedua, serta upgrade sistem navigasi yang didedikasikan khusus mobil tersebut.

“Pengalaman dari tahun lalu, pada saat saya baca roadbook ada banyak sekali detail yang harus diperhatikan, ada banyak simbol di peta agar tidak nyasar.” kata Recky Resanto mewakili Co-Driver.

Untuk eksterior, kini menggunakan tambahan lampu laser dari Pro 7 agar lebih terlihat oleh pereli saat memacu kendaraannya di malam hari.

Di sektor mesin, masih menggunakan standarnya yaitu 3UR-FE berkapasitas 5.700 cc V8, tetapi ditingkatkan kapasitasnya menjadi 6.100 cc, sehingga tenaga mesinnya ikut meningkat.

“Boleh dibilang internalnya sudah diganti baru semua untuk bisa dapat kapasitas 6.100 cc. Di aturannya  kalau menggunakan mobil bawaannya NA (Naturally Aspirated), tidak boleh upgrade ke turbo atau supercharge.” jelas Jeje, sapaan akrab Jejelogy.

Selebihnya masih tetap dipertahankan, seperti material bodi tetap menggunakan karbon agar lebih ringan, suspensi depan coilover shock King, pelek, ban, dan beberapa komponen lainnya.

Bahkan beberapa komponen standar seperti dasbor, panel instrumen, dan gardan, masih dipertahankan. 

“Kalo kaki-kaki, Land Cruiser itu sudah endure, boleh dibilang bisa diandalkan, tidak harus mengganti atau memodifikasi terlalu ekstrim. Dasbor tidak diubah ke Land Cruiser karena elektrikalnya harus disesuaikan juga, menambah resiko untuk balapan seperti ini.” kata Jeje.

Dengan spesifikasi seperti ini, tim Jejelogy GHP siap berkompetisi di ajang reli sejauh 2.100 km dan menghadapi para kompetitornya di kelas T1G yang diikuti oleh 8 peserta dari berbagai negara, yaitu Jepang, Taiwan, Thailand, dan Kamboja.

Menariknya, tim Jejelogy GHP juga akan menghadapi kompetitor yang juga dari Indonesia, yaitu Indonesia Cross Country Rally Team dengan trio Memen Harianto - Chonlanat Popipad - Rimhalsyah Buchari dengan Toyota Hilux Revo. Good luck! (Joule)