Dibuat Dengan Teknologi Canggih, Suzuki Fronx Hadirkan Rasa Berkendara Baru

  • Oleh : redaksi

Rabu, 28/Mei/2025 13:00 WIB
Suzuki Fronx dibuat dengan teknologi canggih tercipta rasa berkendara baru. Suzuki Fronx dibuat dengan teknologi canggih tercipta rasa berkendara baru.

SoundandMachine.com (Jakarta) - PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) akan meluncurkan small SUV yang merupakan salah satu produk globalnya yaitu Suzuki Fronx, pada tanggal 28 Mei 2025 mendatang.

Kehadiran Fronx menghadirkan rasa berkendara yang baru terutama dari lini kendaraan Suzuki, baik engineering maupun fitur-fiturnya. 

Baca Juga:
Penjualan Kendaraan Suzuki Melejit 64 Persen di Februari 2026, Dua Faktor Jadi Kunci

“Fronx memiliki nuansa berkendara yang solid, menawarkan stabilitas kemudi tinggi, feeling berkendara tenang dan nyaman, serta seat berkualitas tinggi.” buka Yuji Morita, Chief Engineer Automobile Line B&C segment Div. Product Planning Suzuki Motor Corporation (SMC) dalam sebuah pertemuan (22/4/2025).

Fronx akan masuk Indonesia dengan sejumlah varian mesin dan transmisi, yaitu bensin - manual, bensin - otomatis, hybrid - manual, dan hybrid - otomatis, dan SoundandMachine mendapat kesempatan untuk mencoba 3 diantaranya.

Baca Juga:
Konsisten Selama 15 Tahun, Suzuki Peduli Mudik 2026 Hadirkan 71 Titik Bengkel Siaga

Pertama, bensin - otomatis, yang merupakan tipe paling rendah Fronx untuk transmisi otomatis. Tidak adanya sistem hybrid ditambah transmisi otomatis torque converter membuat Fronx terasa alami saat dikendarai.

Baca Juga:
Suzuki Hadirkan Fitur Baru di Grand Vitara, Begini Respon Pengunjung IIMS 2026

Terutama karena transmisi otomatis torque converter, ketika dibejek Fronx terasa direct dalam arti, tidak ada rasa ‘terhambat’ atau transmisi kurang menyalurkan tenaga mesin dengan baik, seperti yang umum di mobil bertransmisi CVT. 

Tidak adanya sistem hybrid membuat Fronx terasa lebih linear saat berakselerasi, karena tidak ada rasa ‘hentakan’ yang umum di mobil bermesin hybrid saat berakselerasi, sehingga lebih terasa alami.

Untuk akselerasi termasuk baik di kelasnya, dan secara spesifikasi torsi varian bensin lebih besar dari hybrid,.

Namun yang terpenting dari varian ini adalah transmisi otomatis torque converter yang lebih durabel sehingga tidak terasa mengkhawatirkan baik saat berkendara santai maupun ingin cepat.

Kedua hybrid - manual, yang merupakan tipe tertinggi untuk Fronx bertransmisi manual. Perpaduan mesin dan transmisi ini cocok untuk pengemudi yang menginginkan rasa berkendara natural namun efisien bahan bakar.

Berakselerasi terasa lebih nikmat dengan perpindahan gigi yang presisi serta feedback cukup responsif. Namun dalam kesempatan tersebut belum bisa membandingkan dengan varian hybrid - otomatis dari segi rasa berkendara tanpa fitur Suzuki Safety Support.

Ketiga hybrid - otomatis, dimana untuk kesempatan ini hanya bisa terfokus pada fitur Suzuki Safety Support yang hanya tersedia untuk varian mesin dan transmisi ini, tepatnya tipe tertinggi.

Fitur Suzuki Safety Support bisa dibilang sudah termasuk canggih, mulai dari kemampuan mendeteksi hingga responnya.

Kemampuan mendeteksi sistem Suzuki Safety Support termasuk baik, seperti misalnya ketika mobil pindah jalur tanpa sein, fitur Lane Departure Warning langsung membunyikan peringatan agar pengemudi menyalakan lampu sein.

Selain itu, ketika tangan tidak berada di setir, sistem Suzuki Safety Support juga bekerja melakukan koreksi pergerakan mobil agar tidak keluar jalurnya, akan tetapi tidak dalam waktu lama yang berarti perhatian pengemudi ke mobil dan jalan tetap dibutuhkan.

Adaptive Cruise Control bekerja adaptif antara kecepatan maksimum yang diatur dan kondisi di sekitar mobil. 

Seperti misalnya Adaptive Cruise Control diset maksimal 80 km/jam dan ada mobil di depan, fitur akan bekerja menyesuaikan jarak dengan mobil di depannya, sehingga kecepatan tidak akan sampai ke maksimum yang sudah diset.

Begitu jalanan sudah lengang, Adaptive Cruise Control baru akan bekerja sampai kecepatan maksimum yang sudah diatur.

Untuk lain-lainnya terkait sasis dan kaki-kaki, Fronx terasa stabil di kecepatan tinggi, baik di lurus maupun tikungan, bahkan tikungan miring sekalipun seperti di lokasi pengetesan.

Setelah mencoba mengendarainya, bisa dibilang Suzuki memperhatikan betul antara varian dan rasa berkendara yang ditawarkan dari Fronx dalam artian, varian paling rendah bukan berarti terasa murah, varian tinggi . 

Tidak mengherankan jika setelah peluncuran Fronx akan kompetitif di pasaran, dan tidak disangka juga Suzuki punya lini model yang benar-benar terasa baru, sehingga akan menjadi gebrakan di segmen small SUV. (*)