Oleh : redaksi
Soundandamachine.com (Jakarta) - Tren penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai kini semakin meluas, mulai dari sektor transportasi, logistik, hingga industri berat seperti pertambangan dan militer.
Baca Juga:
Ruang Penyimpanan Baterai EV Rentan Terbakar, Begini Strategi Mitigasinya
Sejak berdiri pada tahun 1972, PT Blue Bird Tbk. telah memposisikan diri sebagai perusahaan mobilitas terintegrasi di Indonesia.
Baca Juga:
Lebih Aman dan Cepat Terisi, BYD Perkenalkan Baterai dan Pengisian Terbaru
Keberhasilannya tidak hanya ditopang oleh kualitas armada dan pelayanan kepada pelanggan, tetapi juga perhatian terhadap kesejahteraan mitra pengemudi serta keamanan operasional yang tinggi.

Baca Juga:
Maxus Perkuat Armada Premium Grab Indonesia Berbasis Kendaraan Listrik
Seiring dengan peningkatan armada kendaraan listrik, Bluebird Group menunjukkan kepedulian besar terhadap mitigasi risiko, terutama potensi kebakaran baterai lithium-ion yang memerlukan penanganan khusus.
Menyadari pentingnya hal tersebut, Bluebird Group berkolaborasi dengan PT. Famindo Alfa Spektrum Teknologi (FAST) untuk mengadakan training bertajuk Keselamatan dan Penggunaan Alat Safety pada Kendaraan Listrik.
Berlokasi di Pool Mampang Prapatan Jakarta (13/8/2025), pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman teknis mengenai karakteristik kebakaran baterai lithium-ion, prosedur evakuasi, serta teknik penanganan darurat yang tepat.

Materi dilengkapi dengan sesi praktik lapangan, di mana peserta mempelajari cara mengisolasi sumber api menggunakan fire blanket khusus EV yang mampu menahan suhu hingga 1.600°C.
Serta teknik pemadaman menggunakan cairan HARTINDO AF31 Lithium Fire Killer (LFK) yang efektif menghentikan reaksi berantai pada baterai, sesuai standar keselamatan internasional.
Kegiatan ini diawali dengan Sharing Knowledge yang membahas pengalaman penanganan insiden di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan simulasi langsung pada unit kendaraan listrik yang disediakan.

Metode ini memastikan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlatih secara praktis menghadapi situasi darurat.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa teknologi, peralatan, dan pengetahuan yang kami miliki dapat mendukung operator seperti Bluebird Group untuk menjaga standar keselamatan tertinggi sekaligus mempercepat transisi menuju transportasi rendah emisi di Indonesia,” ujar Willy Hadiwijaya, CEO PT FAST.
Pada kesempatan yang sama, Astu Rahino Adi, Vice President Technical & Maintenance PT Blue Bird Tbk. menyebut penting bagi Bluebird untuk memiliki keterampilan dan kesiapan menghadapi risiko khusus, termasuk penanganan darurat kebakaran baterai.

“Langkah ini memastikan keselamatan penumpang dan mitra pengemudi tetap terjaga, sekaligus mempertahankan Standar Nyaman Indonesia yang menjadi ciri khas layanan Bluebird,” tambahnya.
Kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Indonesia.
Inisiatif ini akan diperluas ke seluruh jaringan pool Bluebird Group di Indonesia, memastikan setiap unit dan mitra pengemudi mendapatkan pembekalan keterampilan keselamatan yang setara, serta memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan layanan transportasi bebas emisi yang aman di seluruh Tanah Air. (*)