Oleh : Febri
Soundandmachine.com (Guangzhou) - XPENG semakin serius memperluas portofolio produknya dengan menghadirkan opsi X9 EREV (Extended Range Electric Vehicle), yang diproyeksikan memulai debutnya kuartal keempat di tahun 2025 ini, untuk pasar Cina.
Model ini menjadi varian baru dari X9 BEV atau mobil listrik murni yang sebelumnya sudah lebih dulu hadir di pasar global, termasuk di Indonesia.
Baca Juga:
Tren Pasar Bergeser, Vinfast Masih Optimis Dengan EV Kompak 3-Pintu
Menurut dokumen MIIT China, XPENG X9 EREV akan menggunakan sistem Kunpeng Super Range, menawarkan jarak tempuh murni listrik sejauh 450 km.
Secara dimensi, X9 EREV memiliki panjang 5.316 mm, lebar 1.988 mm, tinggi 1.785 mm, serta wheelbase 3.160 mm, sedikit lebih panjang dibanding versi BEV yang sudah rilis di Indonesia.

Baca Juga:
Baru Masuk Tahun 2026, Teknologi Ini Jadi Andalan iCAR untuk Berkiprah di Indonesia
Perbedaan lainnya terlihat pada bobot, di mana versi EREV lebih berat (2.750 kg) dibanding BEV (2.620 kg) karena tambahan mesin pembakaran internal, motor listrik, dan baterai berkapasitas besar.
Baca Juga:
Teknologi Pertemukan Berbagai Segmen, Jaecoo Land 2026 Sukses Diadakan
XPENG menyiapkan empat trim untuk X9 EREV, yaitu Long Range Max (650 km CLTC), Ultra-Long Range Max (740 km CLTC), All-Wheel Drive High-Performance Max (702 km CLTC), dan Starship Edition (702 km CLTC).
Meski berwujud MPV, X9 EREV memiliki koefisien drag rendah di angka 0,227 Cd, serta akan tersedia dalam enam pilihan warna.
Bagian interiornya juga terbilang futuristis dengan panel instrumen LCD 10,25 inci, layar kontrol tengah 17,3 inci, serta layar hiburan 21,4 inci beresolusi 3K untuk penumpang belakang.
Fitur kenyamanan mencakup kursi zero-gravity, asisten suara AI, kulkas mini 10,8 L, hingga 23 speaker premium. Semua sistem ini ditenagai chip kokpit Qualcomm Snapdragon SA8295P.
Secara teknologi, EREV (Extended Range Electric Vehicle) adalah sistem hybrid seri, di mana roda sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik.
Mesin bensin tidak menggerakkan roda, melainkan hanya berfungsi sebagai generator pengisi baterai.
Mesin bensinnya berupa unit 1.500 cc turbo bertenaga 148 hp, yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai lithium iron phosphate buatan CalB-Tech.
Konsep ini mirip dengan e-Power dari Nissan atau e-Smart dari Daihatsu, namun EREV menggunakan baterai berkapasitas lebih besar untuk mendukung jarak tempuh lebih panjang.

Sementara itu, sebuah sumber yang dikutip dari cnevpost.com menyebutkan, “Diantaranya P7 dan G6, keduanya akan punya varian EREV.” Hal ini menandakan XPENG akan memperluas strategi produk dengan menghadirkan model EREV di berbagai segmen, mulai dari MPV hingga sedan dan SUV.
XPENG X9 EREV hadir sebagai jawaban atas tren hybrid seri yang tengah naik daun di Tiongkok, sekaligus memperluas pilihan konsumen di segmen MPV listrik premium.
Dengan jarak tempuh panjang, fitur canggih, dan teknologi elektrifikasi mutakhir, X9 EREV berpotensi besar memperkuat daya tarik XPENG di pasar global, termasuk Indonesia.
Jika nantinya akan hadir di Tanah Air, model ini bisa menjadi salah satu MPV listrik dengan teknologi paling relevan untuk kebutuhan konsumen kelas atas. (Febri)